JAKARTA - Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri terus menyatakan seorang presiden tak harus sarjana. Alasannya, nabi saja bukan seorang sarjana.
"Nabi saja seorang pemimpin, tapi nggak sarjana kok. Pemimpin jangan hanya dari kalangan elit saja. Itu kembali kepada rakyat. Jangan hanya politisi itu yang menguasai elit saja," ujar Megawati.
Dia mengatakan itu saat memebri sambutan dalam pelantikan pengurus daerah Baitul Muslimin (Bamus) I Provinsi Jakarta dan peresmian Pondok Pesantren Nurul Musthofa, di Jalan Raya Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (16/3/2008).
Ditegaskannya kembali, mengenai siapa yang berhak menjadi pemimpin negeri ini harus sesuai kehendak rakyat.
"Saat ini sedang dipolemikkan jadi presiden harus seorang sarjana. Karena saya bukan seorang sarjana, jadi saya kembalikan pilihan kepada rakyat. Jangan kita lupakan kewenangan utama hak di tangan rakyat," tutur istri Taufik Kiemas ini.
Baitul Muslimin
Mengenai pembentukan Baitul Muslimin, organisasi sayap PDIP, menurutnya adalah untuk mengayomi kalangan Islam. "Sebagian mereka banyak orang PDIP," pungkasnya.(jri)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan