SOLO - Laskar Islam Solo menyayangkan penahanan 113 anggotanya, pascabentrok yang terjadi antara kelompok yang terdiri dari aktivis masjid itu dengan sekumpulan preman tadi malam.
"Semalam kesepakatan antara laskar dengan polisi, laskar dievakuasi dari lokasi, dan tidak ditangkap sebagai pelaku bentrokan. Tapi ternyata diperlakukan sebagai tersangka," ujar Khalid Syaifullah (36), Direktur Eksekutif Front Perlawanan Penculikan yang mengatasnamakan Laskar Islam, di Mapoltabes Solo, Selasa (18/3/2008).
Bahkan, ungkap Khalid, anggotanya tak hanya ditangkapi, namun juga dipukuli aparat kepolisian. "Telah diketahui mereka dipukuli dan disiksa petugas," tandas dia.
Pemukulan itu, lanjut Khalid, dilakukan di lantai 2 Mapoltabes Solo. "Polisi sudah menyalahi kesepakatan," timpalnya.
Diberitakan sebelumnya, bentrok terjadi di Kampung Kusumodilagan, Semanggi, Pasar Kliwon. Korban tewas dalam bentrokan itu adalah Heru Julianto alias Kipli (37), warga kampung setempat saat dilarikan ke RSI Kustati. Sementara, puluhan warga lain menderita luka-luka.
Menurut versi aktivis masjid, bentrok dipicu Kipli yang memprovokasi para aktivis masjid.
(Sumarno/Sindo/jri)