KUPANG - Aparat kepolisian di Atambua masih terus melakukan penyelidikan kasus bentrokan massa yang mengakibat seorang warga eks-Timor Timur tewas. Bentrokan juga mengakibatkan puluhan rumah hancur dan terbakar.
"Pasukan juga terus berjaga dan berpatroli," ujar Kapolres Belu AKBP Mulyadi Kaharni, Minggu (23/3/2008).
Sementara itu mengenai penyebab bentrokan antara warga eks-Timor Timur dan warga Atambua Kabupaten Belu itu, menurut Mulyadi, dipicu kasus perselisihan yang terjadi dua hari sebelumnya.
"Berawal dari adanya rasa solidaritas antara kedua kelompok bertikai, karena dua hari sebelumnya terjadi bentrokan kecil antar beberapa orang. Tadi puncak konfliknya dan terjadi saling serang," jelas Mulyadi. (pie)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan