SOLO - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari membedah buku karyanya Saatnya Dunia Berubah. Tangan Tuhan Dibalik Virus Flu Burung. Bedah buku digelar di Fakultas Kedokteran UNS, Senin (24/3/2008).
Menkes mengatakan, buku itu merupakan rangkuman step by step keberhasilannya dalam berdiplomasi. Apa yang dia perjuangkan telah berhasil mereformasi WHO dalam mekanisme virus sharing yang neokolonialistik dan kapitalistik menjadi mekanisme yang adil, transparan dan setara.
"Hal itu pantas menjadi catatan sejarah dan menjadi pelajaran penting Indonesia dan negara di dunia," ujarnya.
Menurut dia, bagaimana dirinya berdiplomasi di tingkat dunia tanpa pengalaman sedikitpun? Kuncinya adalah diplomasi tanpa kompromi, dan hal itu berbeda dengan gaya diplomasi diplomat dunia.
Siti bercerita, selama ini setiap negara yang terkena penyakit menular seperti flu burung harus menyerahkan specimen virus secara sukarela ke Global Influenza Surveilance Network (GISN).
Virus itu lantas menjadi milik GISN dan diproses oleh para pakar dalam sebuah riset. Tanpa sepengetahuan pengirim, virus itu juga diproses menjadi seed virus yang kemudian dipatenkan. Dari seed virus itu dapat dibuat sebuah vaksin.
Ironisnya, vaksin tersebut dipatenkan oleh perusahaan farmasi di Amerika yang lantas ditawarkan dengan harga mahal ke negara berkembang termasuk negara pengirim virus. GISN sendiri merupakan under jurisdiction US Government.
"Kekecewaan saya semakin memuncak ketika tujuh orang meninggal berturut-turut pada satu keluarga di Tanah Karo, Sumut. Ternyata WHO dengan semena-mena telah terjadi humanto human transmission dan disiarkan CNN," paparnya.
Padahal, lanjutnya, pemeriksaan sequencing DNA virus yang ada, masih dalam bentuk yang sama dengan yang menular dari hewan ke manusia. Pada momentum itulah dirinya melihat ada ketertutupan WHO dan ilmuwan dunia diluar scientis WHO.
Nah, pada 8 Agustus 2006, sejarah mencatat Indonesia sebagai pelopor dunia untuk mentransparankan data DNA virus di Gene Bank. Itulah yang membuat Internasional Govermental Meeting (IGM) memutuskan untuk membuat aturan baru tentang virus sharing yang transparan.
"Selama ini saya selalu tekankan pada anggota delegasi Indonesia. Silakan voting walau kalah asal tidak kompromi. Atau bikin sidang deadlock asal tidak kompromi," ujar Menkes semangat. (Sumarno/Sindo/jri)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan