Padahal pagi sebelumnya, Siswi kelas I SMP Muhammadiyah 5 Bareng ini menjalani pengobatan di klinik milik dokter Pujianto di Kecamatan Ngoro.
Menurut pengakuan ibu korban, Sumarni (42), pengobatan yang dilakukan di klinik dokter Pujianto ini menyusul penyakit batuk-batuk dan panas yang diderita putrinya selama tiga hari. Penyakit putrinya tak kunjung sembuh meski telah berobat dua kali di pusekesmas setempat.
''Di puskesmas, dokter bilang anak saya hanya sakit panas biasa. Tapi karena tak lekas sembuh, akhirnya saya membawanya ke dokter,'' terang Sumarni saat melaporkan kejadian ini ke Mapolres Jombang, Senin (24/3/2008).
Namun, pilihan berobat ke dokter ini malah berakibat fatal pada kondisi putrinya itu. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan suntikan dari dokter Pujianto, mendadak putrinya menghembuskan nafas terakhir.
"Waktu itu saya meninggalkan Hani di ruang perawatan untuk menebus obat yang disarankan dokter. Tapi setelah kembali, Hani sudah meninggal dunia," cerita Sumarni sembari sesenggukan.
Mengetahui kondisi demikian, lanjut Sumarni, Hani langsung dikirim ke rumahnya dengan kendaraan milik Pujianto. Tak lama berada di rumah, Pujianto menyarankan untuk mengirim putrinya ke Rumas Sakit Kristen (RSK) Mojowarno.
''Tapi di rumah sakit Mojowarno, putri saya dinyatakan sudah meninggal dunia,'' tuturnya.
Karena tak terima dengan kondisi anaknya itu, dia lantas melaporkan Pujianto ke Mapolsek Ngoro dengan tuduhan malaparaktik. Menurutnya, sebelum mendapatkan pengobatan dari dokter Pujianto, putrinya masih dalam kondisi yang tak begitu buruk.
''Kami tak terima, waktu datang ke dokter, kondisi anak saya hanya batuk-batuk dan panas biasa. Tapi kenapa Hani malah meninggal dunia setelah disuntik,'' sesalnya.
Karena adanya laporan dari keluarga korban, pihak Polsek Ngoro langsung menuju ke RSK Mojowarno untuk membawa jenazah Hani ke RSD Jombang, dan dilakukan pemeriksaan ulang penyebab kematian korban.
''Karena ada laporan dari warga, kami berinisiatif untuk membawa jenazah korban ke RSD Jombang untuk dilakukan pemeriksaan,'' kata Kapolsek Ngoro, AKP Heru Nurhidayat di ruang jenazah RSD Jombang.
Dikatakan dia, dokter setempat sudah melakukan visum terhadap janazah korban. Namun pihaknya mengaku belum mengetahui hasil visum yang telah dilakukan. ''Kita menunggu hasilnya. Dan langkah selanjutnya, kami juga menunggu sikap dari keluarga korban," terangnya.
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan