News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Studi Banding ke Brazil-Alzajair DPR Tak Peka!

Kamis, 27 Maret 2008 - 03:59 wib
text TEXT SIZE :  
Share

JAKARTA - Rencana DPR yang akan melakukan kunjungan kerja dalam rangka studi banding RUU Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan ke Alzajair dan Brazil tidak masuk akal dan terlalu mengada-ada.

"Tidak ada urgensinya sama sekali, dan sangat tidak masuk akal DPR melakukan studi banding hanya untuk membahas masalah RUU Tanda Jasa dan Kehormatan harus ke luar negeri, wah repot kalau wakil rakyat kita seperti ini," ujar Kordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, Rabu (26/3/2008).

Sebastian justru menduga apa yang dilakukan DPR tidak lebih adalah hanya untuk menghabiskan masa jabatannya untuk berjalan-jalan ke luar negeri. Jelasnya, apa yang dilakukan DPR adalah bentuk pemborosan.

Dia sangat menyesalkan apa yang akan dilakukan DPR sama sekali tidak melihat kondisi masyarakat yang sebenarnya. "Seharusnya dia berkaca dari apa yang tengah dialami masyarakat kita akhir-akhir ini, di mana-mana rakyat masih antri minyak, ini jelas DPR kita sangat tidak peka," ungkapnya emosi.

Selain itu, apa yang dilakukan DPR hanya akan membuat rakyat marah. Bahkan bila ternyata pimpinan DPR juga mengizinkan anggotanya untuk tetap berangkat, artinya sama saja tidak memahami persoalan rakyat yang sebenarnya menjadi pemikiran DPR.

"Kita masih memahami bila memang kunjungan mereka ke luar negeri, untuk membahas persoalan-persoalan lain seperti masalah pangan, hukum, atau perekonomian negeri ini, kalau membahas persoalan tanda jasa itu, cukup di dalam negeri saja," papar Sebastian.  (Amril Amarullah/Sindo/pie)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Minggu, 05 Juli 2009 06:19 wib

    Masa Tenang Pilpres, Jakarta Sepi Unjuk Rasa

  • Minggu, 05 Juli 2009 01:12 wib

    Jenazah Korban Aviastar Kado Pahit Ultah Istri

  • Sabtu, 04 Juli 2009 23:28 wib

    Hasil Ujian Nasional SLTP di Sleman Tertinggi Se-DIY

  • Sabtu, 04 Juli 2009 22:09 wib

    Pemkab Bantul Tindak Tegas Koruptor Dana Gempa

  • Sabtu, 04 Juli 2009 21:13 wib

    Polisi Bandara Soetta Razia Angkutan Plat Hitam

  • o3 o4