PADANG - Warga Padang Sumatra Barat, tiba-tiba terpancing emosinya karena di sekitar pemukiman warga di Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, berdiri sebuah salon yang diduga memberi fasilitas 'plus-plus'. Warga yang sudah terpancing emosinya ini menggeruduk salon dan melempari dengan benda tumpul.
Informasi yang diperoleh Kepala Kantor Pol PP Kota Padang, Dedi Henidal menyebutkan, mengamuknya warga ini diawali kericuhan ketika petugas Satpol PP melakukan razia di salon tersebut. Ketika itu, salah satu keluarga pemilik salon mengamuk dan melukai petugas dan seorang wartawan.
Nah, melihat aksi penghuni salon yang brutal, warga yang juga turut menyaksikan razia petugas langsung naik pitam. Mereka spontan melempari salon dengan batu dan kayu dan memecahkan kaca-kaca salon tersebut.
Bahkan emosi warga berlangsung cukup lama. Mulai pukul 15.00 WIB-20.00 WIB massa masih mengepung salon yang diduga melayani plus-plus tersebut. Meski sempat diredakan petugas, namun jumlah Satpol PP yang minim, tak membuat emosi warga surut.
Tapi, di tengah-tengah suasana yang sedang tegang, salah satu penghuni Salon milik Helen tersebut, keluar rumah dan melempari warga yang mengepung dengan botol. Tak hanya itu, dia juga mengejar warga yang melempari salon.
Beruntung petugas yang berada di lokasi cukup sigap. Pemuda bernama Kris yang mengejar warga langsung diberik tembakan peringatan, hingga akhirnya menyerah. Akhirnya petugas mengamankan delapan orang di salon tersebut.
Kedelapan orang tersebut adalah Helen pemilik salon 42, Sari 24 (anak), Ade 20 (anak), kemudian dua orang yang dicurigai sebagai pelayan lelaki hidung belang, Sari 18 dan Mayar 22 yang juga berstatus sebagai pegawai. Kemudian ada juga laki-laki bernama Budi Kurnia 20 tahun, Naldi 33 tahun, Heru Siswanto 18, dan Firnanda 25.(ahm)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad