JAKARTA - Rencana BLU Transjakarta mengoperasikan bus khusus bagi perempuan mendapat respons positif. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Institut Studi Transportasi (Instrans), dari 853 responden perempuan yang biasa menggunakan angkutan massal, sebanyak 769 responden atau 90,2% setuju dengan rencana pengoperasian bus Transjakarta khusus untuk wanita.
Sedangkan 48 respondenatau 5,6% tidaksetuju, dan 36 responden atau 4,2% menyatakan ragu-ragu.
"Hasil survey ini menunjukkan bahwa penumpang busway khususnya yang perempuan sangat mendukung gagasan tersebut,? ujar Ketua Instrans Darmaningtyas kemarin. Survei yang dilakukan selama dua hari ini dilakukan di seluruh koridor I?VII dengan menggunakan sistem random sampling (sistem acak).
Menurut Darmaningtyas, sebagian besar responden yang setuju memiliki alasan keamanan dan kenyamanan.
"Maksudnya aman dari pencopetan dan tindak kriminal lainnya, sedangkan nyaman yakni terhindar dari pelecehan seksual,? lanjutnya. Menurut Darmaningtyas, hasil survei ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan BLU Transjakarta dan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov DKI Jakarta untuk mengoperasikan bus Transjakarta khusus bagi perempuan.
"Ini merupakan salah satu peningkatan pelayanan bus Transjakarta kepada para pengguna angkutan itu, terutama bagi ibu hamil dan menyusui. Karena itu, kami akan meminta kepada mereka untuk mempercepat pengoperasiannya,? jelasnya.
Saat disinggung mengenai keterbatasan armada, Darmaningtyas mengatakan, pengoperasian bus khusus bagi perempuan bisa dilakukan dengan menggunakan armada yang dimiliki saat ini.
Sebab, dari hasil survei diketahui, 60% pengguna angkutan massal di koridor I?VII umumnya adalah perempuan. "Keterbatasan armada adalah persoalan teknis, jadi tidak harus menuntut penambahan armada," tandasnya
(Sindo Pagi//ahm)
NEWS TICKER :

