BEKASI - Kondisi masyarakat yang semakin hari semakin susah disebabkan masyarakt Indonesia salah memilih pemimpin. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan kesulitan tersebut akibat masyarakat hanya memilih orang ganteng saja.
"Saya sudah berkeliling ke daerah lain, semua masyarakat mengeluhkan kondisi sekarang pada saya. Siapa suruh waktu itu mereka tidak memilih saya," kata Mega saat orasi dalam Kampanye Cagub Jabar, Agum-Nu'man di Lapangan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (6/4/2008).
Dalam pidatonya Mega juga mengkritisi para wanita Indonesia yang tidak mempunyai pendirian.
"Jadi kalau sekarang rakyat susah, itu karena tidak memilih saya. Tapi malah pilih yang ganteng-ganteng. Para kaum wanita banyak yang tidak punya pendirian. Padahal kalau susah, wanitalah yang pertama merasakan," tegasnya.
Mega menegaskan, dirinya berbicara seperti itu bukan bermaksud untuk memprovokasi namun. "Kalau provokator itu sembunyi, kalau saya berdiri di sini," teriaknya.
Pemilu 2004 lalu, pasangan Megawati dengan Hasyim Muzadi kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla. Saat itu pasangan Mega-Hasyim kalah saat pilpres putaran ke dua.
(kem)
"Saya sudah berkeliling ke daerah lain, semua masyarakat mengeluhkan kondisi sekarang pada saya. Siapa suruh waktu itu mereka tidak memilih saya," kata Mega saat orasi dalam Kampanye Cagub Jabar, Agum-Nu'man di Lapangan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (6/4/2008).
Dalam pidatonya Mega juga mengkritisi para wanita Indonesia yang tidak mempunyai pendirian.
"Jadi kalau sekarang rakyat susah, itu karena tidak memilih saya. Tapi malah pilih yang ganteng-ganteng. Para kaum wanita banyak yang tidak punya pendirian. Padahal kalau susah, wanitalah yang pertama merasakan," tegasnya.
Mega menegaskan, dirinya berbicara seperti itu bukan bermaksud untuk memprovokasi namun. "Kalau provokator itu sembunyi, kalau saya berdiri di sini," teriaknya.
Pemilu 2004 lalu, pasangan Megawati dengan Hasyim Muzadi kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla. Saat itu pasangan Mega-Hasyim kalah saat pilpres putaran ke dua.

