SURABAYA - Dua partai minoritas yang sama-sama mengusung calon gubernur sendiri untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bersaing meraih suara partai non-parlemen.
Tambahan suara dari partai non-parlemen ini penting untuk menutup kekurangan kuota suara sebesar 15%, sebagai syarat agar dapat mencalonkan kandidat calon gubernur sendiri.
"Kita sedang serius mendekati partai PNBK, PPNUI, PKPI, dan PBR," kata Jakfar Tri Kuswahyono, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur, saat dihubungi okezone, Jumat (11/4/2008).
Menurut Jakfar, partai-partai tersebut dalam pengamatannya memang secara tegas belum menetapkan pilihan, meski ada kecenderungan untuk bergabung dengan PPP.
Namun Jakfar optimis jika PKS mampu menggandeng partai-partai non-parlemen tersebut.
Jakfar juga menambahkan, jika dalam berkoalisi ini DPW PKS berharap tidak hanya sampai pada pemenangan pilgub saja. Namun koalisi ini bisa langgeng hingga lima tahun ke depan bersama memperbaiki Jatim.
"Saya akui itu memang sulit. Tapi komitmen politik untuk saling mempercayai dan adanya kepastian maka saya yakin itu terbangun," pungkas Jakfar. (jri)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan