BANDUNG - Ribuan pendukung pasangan Agum Gumelar dan Numan Abdul Hakim berencana akan mendemo rapat pleno KPUD Jawa Barat yang akan memutuskan hasil perhitungan suara Pilkada Jawa Barat.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Angkatan Muda Ka'bah (AMK) Nurul M Anggalaksana dan Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) Thio Setyowekti kepada okezone, Selasa (22/4/2008).
"Kami akan kembali melakukan aksi demontrasi. Masih dalam tuntutan yang sama, menolak perhitungan suara dan menuntut KPUD melakukan perhitungan ulang," kata Nurul.
Menurutnya, telah terjadi penggelembungan suara pada salah satu calon, sehingga merugikan calon lainnya. "Kami perkirakan massa pendemo akan lebih banyak, mungkin sekitar 5.000 orang. Kami tidak mau kompromi, kami tidak mau mundur," jelasnya.
Sedangkan Thio mengatakan, jika KPUD tetap melakukan perhitungan, maka KPUD Jawa Barat akan melahirkan gubernur dan wagub yang cacat hukum,
"Bagi kami pemimpin Jawa Barat adalah Agum Gumelar dan Nu'man Abdul Hakim," katanya.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat, Irjen Polisi Susno Duadji mengatakan demontrasi dalam proses Pilkada adalah hal yang biasa. "Sampai saat ini kondisi Jawa Barat masih kondusif, termasuk kota Bandung. Kalau ada demo satu dua golongan wajar saja, ini bukti kalau demokrasi berjalan di Jawa Barat," pungkasnya. (uky)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan