News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Lambatnya Distribusi Soal UN Beri Peluang Kebocoran

Rabu, 23 April 2008 - 10:00 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Siswanto - Okezone

JAKARTA - Distribusi lembar soal Ujian Nasional (UN) yang dilakukan dengan tidak merata ke seluruh sekolah, dinilai merugikan pihak sekolah dan memberi  peluang terjadinya kebocoran.

"Ini masalah. Dan itu rugikan bagi yang mengalami keterlambatan dan juga bisa membuka peluang untuk bocor," kata Pengamat Pendidikan dari Perguruan Taman Siswa Darmaningtyas kepada okezone, Rabu (23/4/2008).

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian besar sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Senin 22 April kemarin, terlambat menerima soal ujian. Kemudian, Dinas Pendidikan setempat berinisiatif menggandakan sendiri lembaran soal.

Keterlambatan distribusi soal itu, kata Darmaningtyas, yang paling rawan terjadi adalah peluang kebocoran.

"Misalnya, antara daerah satu dengan lainnya berbeda waktu pelaksanaan, yang bagian terakhir kalau kreatif, tentu bisa cari bocoran, kan," katanya.

Selanjutnya, Darmaningtyas memberi catatan mengenai pengawasan pelaksanaan UN dengan melibatkan polisi intelijen. Menurutnya, kebijakan semacam itu terlalu berlebihan.

"Saya kira ketatnya pengawasan melibatkan intel tidak perlu. Beri kepercayaan pada guru dan dinas untuk melaksanakan UN dengan jujur," tandas Darmaningtyas.

Darmaningtyas menambahkan, dirinya telah mendapat laporan dari Lampung. Di daerah itu, katanya, ada Kepala Dinas Pendidikan yang menginstruksikan kepada guru maupun kepala sekolah agar memprioritaskan hasil UN, daripada prosesnya.

Menurut Darmaningtyas, kebijakan yang diambil Dinas Pendidikan itu akan memunculkan masalah serius terhadap kualitas lulusan.

"Ini memberi peluang manipulasi. Orang di bawahnya berusaha mencapai hasil terbaik, meski prosesnya melankukan cara-cara tertentu. Berarti, kan, tidak peduli proses," tandasnya.

Dampaknya adalah implementasi UN betul-betul tidak akan meningkatkan kejujuran dan mutu. "Tapi, proyek semata, proyek tahunan semata,"  kata dia.(sis)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4