DENPASAR - Pemerintah meminta masyarakat waspada terhadap pandemi flu burung. Pasalnya, virus flu burung mempunyai kemampuan beradaptasi sehingga memungkinkan terjadinya penularan dari manusia ke manusia.
"Turunan virus flu burung memungkinkan terjadinya penularan antar-manusia. Bila ini terjadi, kita harus tangani serius," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun Kandun, di Pura Jagatnatha, Jembrana, Bali, Jumat (25/4/2008).
Kandun mengatakan, kasus flu burung di Indonesia saat ini masih dalam fase tiga alias hanya menular dari unggas ke manusia. Namun, berdasarkan hasil penelitian Direktorat Penangulangan Peyakit Bersumber Binatang (P2B2) Depkes, virus H5N1 di Indonesia diidentifikasi paling ganas dibandingkan negara lain.
Upaya pencegahan yang sudah dilakukan, kata Kandun, di antaranya pengendalian penyakit pada hewan, perlindungan kelompok resiko tinggi, surveillance epidomologis pada hewan dan manusia dan restrukturisasi industri perunggasan.
"Semua kegiatan penanggulangan itu kita lakukan dengan simulasi kali ini," imbuhnya.
Kandun menambahkan, guna menunjukkan Indonesia serius menanggulangi flu burung, simulasi juga mengundang 14 orang perwakilan negara sahabat dan 39 orang delegasi badan internasional.
Simulasi yang berlangsung hingga Minggu 27 April itu menelan dana sebesar Rp5 miliar yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Bali. Selain dipusatkan di Dusun Dangin Tukadaya, Jembrana, simulasi juga akan digelar di RSUP Sanglah dan Bandara Ngurah Rai, Denpasar. (Miftachul Chusna/Sindo/jri)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan