JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, penyelamatan APBN dengan cara menaikkan harga BMM adalah alternatif terakhir. Sebab, pemerintah saat ini terus menganalisa cara lain selain menaikkan BBM.
Hal itu ditegaskan Presiden dalam pidatonya di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta dalam acara Milad ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"APBN kita telah mengalami pukulan yang berat karena subsidi BBM, namun kita harus terus ikhtiar dan cari solusi. Solusi itu tidak harus cepat menaikkan BBM. Menaikkan BBM adalah cara terakhir apabila tidak ada cara lain," tegas Presiden, Minggu (4/5/2008).
Oleh karena itu, Presiden mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar terus melakukan gerakan hemat BBM. Dengan cara seperti itu, subsidi untuk BBM bisa ditekan sehingga dapat mengurangi beban APBN.
"Pembatasan energi, hemat BBM secara nasional agar terus berjalan dengan baik," harap Presiden.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengajak kepada golongan mampu agar dapat membantu terhadap golongan miskin. Hal itu dilakukan agar adanya pemerataan kesejahteraan antarmasyarakat Indonesia.
"Kepada seluruh rakyat Indonesia yang kuat bantulah yang lemah, yang kaya bantu yang miskin. Dengan demikian, jadi adil kehdiuan ini kita ingin makmur bersama, marilah kerja dengan kesetiawakanan sosial yang tinggi," ajak Presiden.
(ahm)
NEWS TICKER :

