TARAKAN - Beberapa kali, pesawat atau kapal Malaysia memasuki wilayah NKRI tanpa izin. Tanpa harus dikomando, sebenarnya TNI bisa langsung menembak.
Di negara lain tanpa harus komando, itu sudah bisa ditembak. Seperti di Rusia atau Korea-Selatan. Pelanggaran batas wilayah oleh satu negara bisa dilakukan tindakan keras," ujar Wakil Ketua Komisi I Sidarto Danusubroto usai acara pertemuan Pemkot Tarakan dan jajaran Danlanal Tarakan, di Kantor Pemkot Tarakan, Selasa (6/5/2008)
Hal itu dikatakannya menanggapi pelanggaran  batas wilayah udara Indonesia oleh pesawat Malaysia yang terjadi empat hari lalu.
Pelanggaran tersebut menurutnya, merupakan bukti bahwa Indonesia belum memiliki kemampuan dalam mengatasi pelanggaran wilayah NKRI.
"Kita memiliki protap yang sangat berbeda dengan negara lain, mungkin karena ini kelamahan sistem pertahanan kita," jelasnya.
Untuk menutupi kelemahan-kelemahan tersebut, Sidarto meminta  kemampuan alutsista TNI semakin ditingkatkan. "Pemerintah harus memprioritaskan penerapan alutsista yang dianggap strategsi seperti wilayah perbatasan, termasuk penggunaan anggaran. Kami sudah minta pemerintah dalam hal ini Depkeu untuk tidak melakukan pemotongan anggaran secara merata," jelasnya.
Sementara itu menanggapi berkurangnya operasional radar yang turun dari 18 jam menjadi 12 jam perhari karena keterbatasan BBM, Sidarto mengaku khawatir hal tersebut justru akan memudahkan terjadinya pelanggaran di perbatasan seperti illegal loging dan illegal mining.
"Padahal jika pelanggaran tersebut bisa dicegah, dananya bisa digunakan untuk membangun alutsista untuk memperkuat pertahanan di perbatasan," katanya.Â
Â
(Amir Sarifudin /Trijaya/fit)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad