News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Pesawat Malaysia Langgar Perbatasan, Tembak !

Selasa, 6 Mei 2008 - 18:21 wib
text TEXT SIZE :  
Share

TARAKAN - Beberapa kali, pesawat atau kapal Malaysia memasuki wilayah NKRI tanpa izin. Tanpa harus dikomando, sebenarnya TNI bisa langsung menembak.

Di negara lain tanpa harus komando, itu sudah bisa ditembak. Seperti di Rusia atau Korea-Selatan. Pelanggaran batas wilayah oleh satu negara bisa dilakukan tindakan keras," ujar Wakil Ketua Komisi I Sidarto Danusubroto usai acara pertemuan Pemkot Tarakan dan jajaran Danlanal Tarakan, di Kantor Pemkot Tarakan, Selasa (6/5/2008)

Hal itu dikatakannya menanggapi pelanggaran  batas wilayah udara  Indonesia oleh pesawat Malaysia yang terjadi empat hari lalu.

Pelanggaran tersebut menurutnya, merupakan bukti bahwa Indonesia belum memiliki kemampuan dalam mengatasi pelanggaran wilayah NKRI.

"Kita memiliki protap yang sangat berbeda dengan negara lain, mungkin karena ini kelamahan sistem pertahanan kita," jelasnya.

Untuk menutupi kelemahan-kelemahan tersebut, Sidarto meminta  kemampuan alutsista TNI semakin ditingkatkan. "Pemerintah harus memprioritaskan penerapan alutsista yang dianggap strategsi seperti wilayah perbatasan, termasuk penggunaan anggaran. Kami sudah minta pemerintah dalam hal ini Depkeu untuk tidak melakukan pemotongan anggaran secara merata," jelasnya.

Sementara itu menanggapi berkurangnya operasional radar yang turun dari 18 jam menjadi 12 jam perhari karena keterbatasan BBM, Sidarto mengaku khawatir hal tersebut justru akan memudahkan terjadinya pelanggaran di perbatasan seperti  illegal loging dan illegal mining.

"Padahal jika pelanggaran tersebut bisa dicegah, dananya bisa digunakan untuk membangun alutsista untuk memperkuat pertahanan di perbatasan," katanya. 

 

(Amir Sarifudin /Trijaya/fit)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4