JAKARTA - Isu BBM memantik ketidakpuasan rakyat. Dewan Pimpinan Pusat Front Pemuda 98 akan menggelar demonstrasi besar-besaran. Mereka mengklaim akan turun ke jalan dengan kekuatan 50 ribu orang 12 Mei nanti.
Aksi akan melibatkan sejumlah elemen pemuda, mahasiswa, buruh, petani dan mayarakat pers nasional.
Menurut salah satu Dewan Pimpinan Nasional Dedy Saputra, demonstrasi tersebut juga digelar sekaligus untuk memperingati 10 tahun reformasi.
"Itu momen ini sangat penting untuk menolak kenaikan harga BBM. 10 tahun reformasi banyak sekali kemunduran. Ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM yang rencananya 1 Juni akan dinaikan," tandas Dedy di Sekretariat Front Pemuda 98, Tebet, Jakarta, Kamis (8/5/2008).
Dedy mengatakan aksi akan dilakukan secara terus menerus, hingga tuntutan agar pemerintah menurunkan harga sembako dan tidak menaikan harga BBM dipenuhi.
"Kami bergabung dalam koalisi besar ini bersama rakyat akan terus menggugat, demo akan terus dilakukan bila tuntutan tidak dipenuhi," jelas dia.
Dedy meminta pemerintah mencari opsi selain menaikkan harga BBM dalam menghadapi naiknya harga minyak dunia. Sebab dikhawatirkan, hal itu merupakan bagian dari scenario perusahaan-perusaan asing di Indonesia yang ingin menarik keuntungan dari mahalnya harga minyak.
"SBY-JK harus turun bila tidak memenuhi tuntutan kami, kami akan terus berjuang sampai tuntutan ini dipenuhi. Ini janji kami. Ya mungkin peristiwa 98 (penjatuhan Soeharto), bisa terulang lagi bila rakyat menghendaki," ancam dia. (Amril Amarullah/Sindo/fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan