NEWS TICKER :

News

Jimly Asshiddiqie: Semangat Bersatu Sudah Luntur
Kamis, 8 Mei 2008 - 19:47 wib

Sandy Adam Mahaputra - Okezone

JAKARTA - Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan.

"Sebaiknya kita tunggu dulu keputusannya. Segenap warga negara kita himbau untuk mengembangkan sikap toleransi, jika ada perbedaan satu golongan dengan yang lain. Ekspresi tetap dapat ditunjukkan, tetapi tidak dengan bentuk kebencian dan kekerasan," kata Jimly di Gedung MK, Kamis (8/5/2008).

Jimly mengungkapkan hal itu seusai menerima kunjungan tim pengacara Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang diketuai Todung Mulya Lubis, kiai-kiai asal Jawa Tengah dan Jawa Timur dan Internatioanal Center for Islam and Pluralism.

Persoalan kekerasan yang menimpa Ahmadiyah, kata Jimly, harus dicegah bukan hanya oleh pejabat pemerintah, melainkan tokoh-tokoh masyarakat.

"Apalagi di tengah situasi ekonomi yang cukup berat. Jangan sampai hal ini menjadikan orang gelap mata lalu mencari sasaran yang lemah," katanya.

Jimly juga meminta kepada masyarakat untuk menunggu hasil Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang JAI.

"Tunggu saja. Kecuali konfliknya tidak jadi, berarti itu tidak ada masalah. Kan kita belum tahu bentuknya apa," katanya.

Mengenai pro kontra keberadaan SKB, Jimly mengatakan, hal itu dapat menjadi masukan bagi pemerintah.

"Terus, mungkin bukan hanya dua golongan (prokontra) bisa saja ada tiga. Pemerintah tentu akan mendengar semua sumber aspirasi yang beraneka ragam," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Jimly mengatakan, negara seharusnya mendorong semua orang untuk menerima adanya perbedaan.

"Supaya nanti semuanya tetap di bawah payung UUD. UUD inilah yang akan mempersatukan kita. Mengingat lagi, kita akan sambut 100 tahun Kebangkitan Nasional. Saya pikir semangat bersatu sudah agak luntur," katanya.(sis)
250x250 250x250