News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Jimly Asshiddiqie: Semangat Bersatu Sudah Luntur

Kamis, 8 Mei 2008 - 19:47 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Sandy Adam Mahaputra - Okezone

JAKARTA - Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan.

"Sebaiknya kita tunggu dulu keputusannya. Segenap warga negara kita himbau untuk mengembangkan sikap toleransi, jika ada perbedaan satu golongan dengan yang lain. Ekspresi tetap dapat ditunjukkan, tetapi tidak dengan bentuk kebencian dan kekerasan," kata Jimly di Gedung MK, Kamis (8/5/2008).

Jimly mengungkapkan hal itu seusai menerima kunjungan tim pengacara Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang diketuai Todung Mulya Lubis, kiai-kiai asal Jawa Tengah dan Jawa Timur dan Internatioanal Center for Islam and Pluralism.

Persoalan kekerasan yang menimpa Ahmadiyah, kata Jimly, harus dicegah bukan hanya oleh pejabat pemerintah, melainkan tokoh-tokoh masyarakat.

"Apalagi di tengah situasi ekonomi yang cukup berat. Jangan sampai hal ini menjadikan orang gelap mata lalu mencari sasaran yang lemah," katanya.

Jimly juga meminta kepada masyarakat untuk menunggu hasil Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang JAI.

"Tunggu saja. Kecuali konfliknya tidak jadi, berarti itu tidak ada masalah. Kan kita belum tahu bentuknya apa," katanya.

Mengenai pro kontra keberadaan SKB, Jimly mengatakan, hal itu dapat menjadi masukan bagi pemerintah.

"Terus, mungkin bukan hanya dua golongan (prokontra) bisa saja ada tiga. Pemerintah tentu akan mendengar semua sumber aspirasi yang beraneka ragam," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Jimly mengatakan, negara seharusnya mendorong semua orang untuk menerima adanya perbedaan.

"Supaya nanti semuanya tetap di bawah payung UUD. UUD inilah yang akan mempersatukan kita. Mengingat lagi, kita akan sambut 100 tahun Kebangkitan Nasional. Saya pikir semangat bersatu sudah agak luntur," katanya.(sis)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Sabtu, 04 Juli 2009 14:18 wib

    Sejoli Korban Tabrak Lari Hanyut di Sungai

  • Sabtu, 04 Juli 2009 13:12 wib

    Tipu TKI, PJTKI Ilegal Digerebek Polisi

  • Sabtu, 04 Juli 2009 11:09 wib

    Cucu Tega Habisi Kakeknya di Bekasi

  • Sabtu, 04 Juli 2009 09:54 wib

    Dipukuli di Mesir, 4 Mahasiswa Ditanya Soal Al-Qaeda

  • Sabtu, 04 Juli 2009 09:43 wib

    Berikut Kronologis Penyiksaan 4 Mahasiswa di Mesir

  • o3 o4