SURABAYA - Perwakilan pedagang Pasar Turi mendatangi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Timur (Jatim) di Jalan Tanggulangin Surabaya. Meski sebelumnya mereka telah mengambil formulir untuk mencalonkan Suko Widodo dan Janiadi alias Koh Ping sebagai calon gubernur dan wakilnya, namun kedatangan mereka pada hari terakhir pendafaran ini, bukan untuk mendaftarkan calonnya. Melainkan mereka hanya ingin menyampaikan pernyataan sikapnya.
Presiden Himpunan Kerukunan Pedagang Indonesia mengatakan "Karena calon independen belum ada aturan mainnya, maka kami dengan ini tidak akan mengajukan calon gubernur indpenden," kata Joko Sujiono di kantor KPUD Jatim.
Menurut Joko, setelah mempelajari mekanisme pemilihan gubernur, pedagang Pasar Turi tetap akan mendukung pelaksanaan pemilihan gubernur Jatim yang akan digelar pada 23 Juli mendatang.
"Pedagang Pasar Turi juga meminta kepada semua pihak untuk mengikuti semua tahapan pemilu sesuai dengan mekanisme dan jadwal yang sudah ditetapkan, dan menolak penundaan pelaksanaan pemilihan gubernur," ujar Joko, Senin (12/5/2008).
Selain itu, pedagang Pasar Turi juga meminta siapa pun gubernur yang akan terpilih nantinya, harus memberikan perhatian kepada penyelesaian kasus Pasar Turi yang hingga kini masih terkatung-katung nasibnya.
Sebelumnya perwakilan pedagang Pasar Turi (5/5/2008) lalu, mendatangi KPUD Jatim untuk mengambil formulir pendaftaran calon gubernur Jatim. Mereka mencalonkan Suko Widodo, dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga dan Janiadi alias Koh Ping salah seorang pedagang Pasar Turi, menjadi calon gubernur dan wakilnya dari jalur independen.
Namun tadi Suko Widodo yang lebih terkenal sebagai penasehat spiritual Republik Baru Bisa Mimpi (BBM) tidak tampak hadir bersama rombongan di KPUD Jatim.
(kem)
NEWS TICKER :

