NEWS TICKER :

News

Kegiatan Wihara Siantar Dihentikan Seminggu
Senin, 12 Mei 2008 - 18:11 wib
PEMATANGSIANTAR - Kegiatan ibadah di Wihara Avaloki Tesvara, Pematangsiantar, Sumatra Utara, selama satu minggu dihentikan, karena pihak kepolisian dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut, masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran di rumah ibadah umat Budha itu.

Pengurus Wihara Avaloki Tesvara, Chandra, Senin (12/5/2008) mengatakan, penghentian sementara kegiatan ibadah untuk tidak mengganggu proses penyelidikan pihak kepolisian yang hingga kemarin masih belum dapat memastikan penyebab kebakaran.

"Untuk sementara Wihara Avaloki Tesvara ditutup untuk umum dan kegiatan ibadah dihentikan menunggu pihak kepolisian selesai melakukan penyelidikan dan dilakukan pembersihan," jelas Chandra.

Dia menambahkan kegiatan ibadah di wihara kemungkinan baru dapat dilaksanakan kembali minggu depan setelah sebelumnya dilakukan pembersihan.

Namun demikian, tandas Chandra, untuk kegiatan perayaan Waisak tetap dilaksanakan di Wihara Avaloki Tesvara namun diselenggarakan dengan sederhana.

Chandra juga membantah adanya informasi yang menyatakan seluruh bangunan wihara hangus terbakar termasuk lantai satu tempat penyimpanan abu para leluhur masyarakat Tionghoa yang disimpan di wihara.

"Lantai satu tempat penyimpanan abu para leluhur sama sekali aman 100 persen dan tidak terbakar, sehingga abu yang disimpan dalam keadaan aman seluruhnya," jelas Chandra.

Dia menjelaskan, bangunan yang habis terbakar hanya lantai dua yang terdiri dari perpustakaan dan ruang kebaktian,sedangkan lantai tiga hanya sejumlah kamar yang terbakar sementara ruangan lainnya hanya rusak tidak habis terbakar.

Kapolresta Pematangsiantar AKBP Andreas Kusmaedi melalui Kasat Reskrim AKP Bustami mengatakan, sejauh ini polisi masih belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena masih dalam penyelidikan oleh Tim Labfor Polda Sumut.

Hingga Senin ini, warga Kota Pematangsiantar masih terlihat berdatangan ingin menyaksikan Wihara Avaloki Tesvara yang terbakar dan menimbulkan tujuh korban tewas. (Ricky Fernando Hutapea/Sindo/mbs)
250x250 250x250