TEMANGGUNG - Kendati belum terjadi aksi borong, hampir semua SPBU di wilayah Temanggung menolak permintaan BBM dari pengecer. Mereka dengan keras menolak setiap pembeli dengan menggunakan jeriken.
"Sejak tiga hari terakhir memang ada peningkatan pembelian dengan jeriken, namun kami tidak melayani," ujar Abi (23), seorang petugas SPBU di Kowangan Temanggung, Jawa Tengah, Senin (12/5/2008).
Pihaknya mengaku, telah meminta jatah dari Pertamina, namun hingga Senin pagi pasokan tersebut belum datang. "Kami harap sore atau malam ini ada pasokan," ujarnya.
Pada hari normal, lanjutnya, setiap hari SPBU yang dikelolanya mendapat pasokan 16 ribu liter premium dengan omset penjualan rata-rata sekitar 13 ribu liter perhari. "Namun sejak beberapa hari lalu, pasokan di SPBU berkurang sampai dengan 50%," tandasnya.
Sementara ditingkat pengecer, harga BBM mulai naik. Kenaikan rata-rata Rp500 sampai dengan Rp1.000 per liter. Alasannya, sejak pemerintah mengumumkan akan terjadi kenaikan BBM, mereka kesulitan melakukan pembelian di SPBU. Kalau pun bisa, harus ngantre jeriken.
(Nazarudin Latief/Sindo/kem)
NEWS TICKER :

