KEBUMEN - Gara-gara biaya transportasi yang cukup mahal, kasus siswa drop out tingkat SLTP di sejumlah wilayah di Kab Kebumen tinggi. Seperti di Kecamatan Karanggayam, jumlahnya mencapai 50 siswa putus sekolah.
Diketahui, topografi Kabupaten Kebumen sebelah utara merupakan pegunungan yang mempunyai jalan berliku. Tidak setiap kecamatan terdapat gedung sekolah SMP/MTs. Untuk bersekolah, warga terpaksa ke luar daerah dengan konsekuensi menempuh jarak yang cukup jauh.
"Ongkos naik angkutan umum sehari rata-rata Rp5.000. Minimal orang tua harus menyisihkan Rp125.000/bulan. Jumlah itu lebih besar dibanding biaya pendidikan," ujar aktivis perlindungan anak di Desa Kajoran Kecamatan Karanggayam Parlan, Rabu (14/3/2008).
Dia berharap, Pemkab Kebumen bisa menambah jumlah sekolah, khususnya
SMP dan MTs di Karanggayam dan sejumlah kecamatan lain yang kondisinya sama. Karena dengan makin dekatnya sekolah, makin berkurang beban orang tua untuk menyekolahkan anaknya di luar Karanggayam. Sehingga kasus putus sekolah bisa berkurang.
Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kebumen Bidang Informasi Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Nanang W Hartono juga berharap sama. Pemerataan gedung sekolah di tiap-tiap kecamatan harus segera dilakukan, untuk mengurangi beban biaya orang tua murid.
"Itu adalah salah satu upaya menekan angka drop out," kata Nanang (Abdul Malik Mubarok/Sindo/fit)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad