News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Sorgum Digalakan Alternatif Ganti Etanol

Jum'at, 16 Mei 2008 - 05:15 wib
text TEXT SIZE :  
Share

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan tahun ini akan menjalankan program penanaman sorgum sejenis tanaman jagung. Sorgum ini bisa dijadiakan pangan alternatif sekaligus sebagai bahan etanol.

 Kepala dinas pertanian pemkot balikpapa Ir. Chaidar Chaerulsyah Mengatakan penanaman Sorgum ini akan dilakukan di areal tanaman karet seluas 630 haktar yg terletak diwilayah tritip dan manggar (luar kota balikpapan).

" Kami  tanam di antar kebun karet yg arealnya diantara batang karet itu 5X4 meter seluas 630 hektar," kata Chaidar.

Tanaman sorgum ini dapat dipanen 3 kali dalam 1 tahun dengan produksi 2,5-3 ton perhektar katanya, usai menerima perwakilan PT Blue mitra  petani sorgum dikantor Pemkot Balikapapan Jalan Jendral Sudirman, Kamis (15/5/2008).

Pengembangan tanaman sorgum ini akan melibatkan masyarakat sekitar dan swasta yang akan membeli hasil panen sorgum itu. "Memang dulu tidak dikenal karena pasarnya belum ada namun sekarang sudah ada pasar," imbuh Chaidar.

Chaidar menambahkan sejumlah daerah yang tengah mengembangan tanaman sorgum in yakni NTT, Jawa dan Sulawesi. Sedangkan untuk anggaran pengembangan tanaman sorgum ini belum dianggarkan namun untuk pembelian Bibit, obat-obatan dibiayai oleh perusahaan daerah.

Pada kesempatan yang sama Kasubdit Serealia Lain Ditjen Tanaman Pangan Ir Risda Yulita mengatakan Sorgum juga bisa digunakan sebagai bahan pangan alterntif, mengingat tingginya harga-harga pangan saat ini. " Ini bisa dijadikan alternatif, tinggal bagaimana kita mengemasnya, " kata Risda.

Menurut Risda, sorgum ini sebenarnya sdh dikenal masyakarat namun kurang memasyarkat karena imejnya yg kurang baik, seolah-olah ini untuk makanan masyarakat kalangan bawah. Jika dilakukan kemasan yg menarik dengan pengunaan teknologi maka bisa memiliki daya tarik tersendiri. (Amir Sarifudin /Trijaya/fit)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4