BANYUMAS - Berbagai cara dilakukan warga untuk menolak rencana kenaikan harga BBM. Di Banyumas, Jawa Tengah, ratusan warga Desa Tambaksogra menolak kenaikan harga BBM dengan cara menggantung jeriken kosong yang ditulisi nada protes di pintu rumah mereka.
Ratusan warga di desa ini mengaku sudah tiga hari menggantungkan jeriken kosong milik mereka. Karena warga Desa Tambaksogra yang sebagian besar hidup bertani ini mengaku keberatan dengan rencana kenaikan harga BBM . Â
Â
"Saya bingung dengan rencana kenaikan harga BBM, makanya kami warga disini protes dengan cara kami sendiri," ujar Sumirah (58) saat ditemui di rumahnya, Jumat (16/5/2008).
Dia mengaku, saat ini sudah kesulitan mendapatkan minyak tanah. Dalam satu minggu, mereka hanya dijatah empat liter saja.
"Rencana kenaikan harga BBMÂ akan membuat kami menjadi lebih susah. Kalau terjadi kenaikan harga BBM dipastikan akan diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok," tandasnya.
Menurut warga, aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas, karena warga desa tidak bisa ikut aksi turun ke jalan. Menggantung jeriken juga merupakan simbol keputusasaan warga yang tak akan mampu membeli jika BBMÂ dinaikan.
Semula aksi ini hanya dilakukan puluhan warga, namun kini jumlah warga yang menggantung jeriken semakin bertambah. Warga akan tetap melakukan aksi menggantung jeriken hingga pemerintah mau memenuhi tuntutan mereka.
Warga mengaku, meskipun BBM belum naik dampaknya kini sangat mereka rasakan, karena harga sembako dan sejumlah barang lainnya kini sudah naik.  dengan aksi tersebut.
"Kita berharap pemerintah bisa memahami penderitaan rakyat dengan membatalkan rencana kenaikan BBM," harapnya.
(Saladin Ayyubi/Global/kem)