News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Ratusan Warga Gantung Jeriken di Pintu Rumah

Jum'at, 16 Mei 2008 - 11:33 wib
text TEXT SIZE :  
Share

BANYUMAS - Berbagai cara dilakukan warga untuk menolak rencana kenaikan harga BBM. Di Banyumas, Jawa Tengah, ratusan warga Desa Tambaksogra menolak kenaikan harga BBM dengan cara menggantung jeriken  kosong yang ditulisi nada protes di pintu rumah mereka.

Ratusan warga di desa ini mengaku sudah tiga hari menggantungkan jeriken kosong milik mereka. Karena warga Desa Tambaksogra yang sebagian besar hidup bertani ini mengaku keberatan dengan rencana kenaikan harga BBM .  
 
"Saya bingung dengan rencana kenaikan harga BBM, makanya kami warga disini protes dengan cara kami sendiri," ujar Sumirah (58) saat ditemui di rumahnya, Jumat (16/5/2008).

Dia mengaku, saat ini sudah kesulitan mendapatkan minyak tanah. Dalam satu minggu, mereka hanya dijatah empat liter saja.

"Rencana kenaikan harga BBM  akan membuat kami menjadi lebih susah. Kalau terjadi kenaikan harga BBM dipastikan akan diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok," tandasnya.

Menurut warga, aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas, karena warga desa tidak bisa ikut aksi turun ke jalan. Menggantung jeriken juga merupakan simbol keputusasaan warga yang tak akan mampu membeli jika BBM  dinaikan.

Semula aksi ini hanya dilakukan puluhan warga, namun kini jumlah warga yang menggantung jeriken semakin bertambah. Warga akan tetap melakukan aksi menggantung jeriken hingga pemerintah mau memenuhi tuntutan mereka.

Warga mengaku, meskipun BBM  belum naik dampaknya kini sangat mereka rasakan, karena harga sembako dan sejumlah barang lainnya kini sudah naik.   dengan aksi tersebut.

"Kita berharap pemerintah bisa memahami penderitaan rakyat dengan membatalkan rencana kenaikan BBM," harapnya. (Saladin Ayyubi/Global/kem)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4