BREBES - Gara-gara rebutan ponsel, Suparjo (25), nekat menusuk istrinya, Siti Masruroh (25) dengan gunting di rumah mertuanya di Dukuh Kampir, Desa Pamulihan RT 07 RW 13, Kec Larangan, Brebes, sekira pukul 09.00, Jumat (16/05/2008).
Akibatnya, ibu satu anak yang baru berumur 40 hari itu mengalami luka tusuk di sekujur tubuhnya dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Brebes. Siti Masruroh mengalami luka tusuk sebanyak 9 titik, yakni di dua luka di punggung, payudara dua titik, perut dua, tangan dan kedua kaki masing-masing sedalam 2 cm. Kasus ini masih ditangani pihak Polres Brebes.
Menurut penuturan paman korban, Tugiman (47), peristiwa tragis yang hampir merenggut nyawa keponakannya itu bermula dari persoalan sepele. Korban saat itu menanyakan ponsel ke suaminya. Sebab, sudah satu hari ponselnya belum dikembalikan. Namun, tiba-tiba tersangka langsung menusukkan gunting ke tubuh korban.
"Korban langsung tergeletak di kamar dengan tubuh bersimbah darah. Sedangkan pelaku yang juga suaminya kabur," kata dia, ditemui di Ruang ICU RSUD Brebes
Menurut dia, sebelum kejadian sempat terjadi percekcokan antara korban dan suaminya itu. Percekcokan terjadi saat korban mau minta HP yang dipinjam suaminya.
"Tapi, mungkin HP-nya sudah dijual. Sebelumnya, suami korban bilang HP akan diperbaiki ke konter," ujarnya.
Jafar (19), adik korban mengatakan, tidak tahu persis kejadian tersebut karena saat itu dirinya sedang bermain ponsel di kamar. Tiba-tiba terjadi percekcokan antara korban dan suaminya.
"Setelah itu kakak saya (Siti masruroh) teriak minta tolong. Lantas saya keluar kamar dan saat membuka pintu kamar kakak saya langsung memeluk saya dengan tubuh penuh darah bekas tusukan,"jelasnya
Sementara itu, dr Tati Mairah, mengatakankorban mengalami luka tusuk di sembilan titik, seperti di punggung, alis, perut, payudara, tangan dan kedua kaki. Namun setelah dilakukan observasi tidak ditemukan luka serius pada tubuh korban.
"Kami sempat khawatir korban mengalami penumoniatorak (perdarahan pada rongga paru-paru). Setelah dicek, ternyata tidak ada," jelasnya.
(Kastolani/Sindo/uky)
Berita Terkait 'Penganiayaan'