JAKARTA - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mendesak pemerintah membubarkan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Hal itu perlu dilakukan, jika pemerintah tidak mampu melakukan perbaikan yang berarti di lembaga tersebut.
Apalagi kasus kekerasan terus terjadi meski sudah berkali-kali coba dilakukan pembenahan. Terkhir adalah peristiwa penusukan seorang praja IPDN terhadap rekannya pada Kamis (15/5) kemarin.
"Hanya keledai bodohlah yang jatuh di lubang yang sama beberapa kali. Pelaku pendidikan di IPDN tidak mau belajar dari pengalaman masa lalu. Artinya, belum ada pembenahan signifikan selama ini," ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, Idy Muzayyad, di Jakarta, Jumat (16/5/2008).
Menurutnya, peristiwa penusukan itu dan peristiwa lainnya menunjukkan bahwa IPDN memang menjadi tempat terjadinya kekerasan. Maka, tidak ada pilihan lain bagi pemerintah untuk membubarkan lembaga itu.
(Dian Widiyanarko/Sindo/fit)