KEDIRI Â - Penolakan program kompensasi kenaikan BBM melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh sejumlah kepala daerah mengundang pro kontra. Wali Kota Kediri HA Maschut meminta kepala daerah yang tidak setuju untuk memberikan solusi konkret yang bisa dilakukan.
"Jangan asal menolak, harus ada solusi konkritnya langkah apa penggantinya," ujar Maschut menanggapi sikap Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat yang dengan tegas menolak program BLT, Jumat (16/5/2008).
Lebih jauh ia mengatakan, sudah seharusnya pemerintah daerah (pemda) mengikuti program yang ditetapkan pemerintah pusat. Apalagi seluruh biaya program BLT ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat. Karena itu tidak ada alasan bagi pemda untuk menolak program itu.
Disinggung upaya strategis yang dilakukan Pemkot Kediri menyikapi rencana kenaikan BBM, Maschut mengaku tengah berkonsentrasi pada kelompok menengah bawah yang masih produktif. Melalui unit kerja yang dimiliki, Pemkot memberikan berbagai program pelatihan wirausaha untuk memperluas lapangan kerja.
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kediri, Bambang Basuki Hanugerah mengaku telah menyiapkan dana bergulir untuk menyelamatkan masyarakat miskin. Program yang akan dibiayai dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tersebut dititikberatkan pada pembentukan koperasi di 46 kelurahan Kota Kediri.
"Rencananya masing-masing koperasi akan mendapat dana hibah sebesar Rp15-20 juta sesuai kapasitasnya. Dana itu akan dikelola secara mandiri untuk kebutuhan anggotanya," jelas Bambang.
Selain itu, Pemkot juga akan mengucurkan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk mendukung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di setiap kecamatan. Program itu akan difokuskan pada pelaksanaan padat karya yang mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja.
Disinggung persiapan pelaksanaan BLT di Kota Kediri yang akan berlangsung Bulan Juli mendatang, Bambang telah memerintahkan BPS melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) ulang. Hal itu untuk menghindari ketelodoran pendataan seperti yang terjadi tahun sebelumnya.
(Hari Tri Wasono/Sindo/fit)