JAKARTAÂ -Â Kebijakan mahasiswa sebagai piliar demokrasi tumbuh subur seiring rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan BBM bukan sebagai sock terapi mahasiswa, namun menyababkan depopularisasi kepemimpinan SBY-JK.
"Saya tidak milihat kenaikan BBM sebagai sock terapi pada mahasiswa, tapi kebijakan itu malah depopularisasi pemerintahan SBY," ujar dosen Fisipol Universitas Gajah Mada, Ary Dwipayana pada okezone, Sabtu (17/5/2008).
Ary menilai, meski kebijakan menaikkan BBM sangat berani, SBY telah menyiapkan strategi mengalihkan perhatian dengan mengambil isu pembubaran Ahmadiyah.
"SBY tidak tinggal diam dengan rerncana menaikkan BMM-nya, SBY mengalihkan isu-nya yaitu Ahmadiyah," katanya.
Sementara itu, mengenai potensi konflik yang timbul akibat kenaikan BBM, Ary melihat kemungkinan besar pergesekan horisontal tidak akan terlalu terasa. Konflik akan lebih bersifat vertikal, antara rakyat dan pemerintah.
"Implikasinya akan menimbulkan konflik horisontal bahkan vertikal, karena adanya masalah ekonomi di masyarakat yang cukup serius," tandasnya. (ahm)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad