JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Ketua Umum Dewan Tanfidz Ali Masykur Musa menerima dua surat dengan kepala surat Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Isi surat dikatakan melarang anggota Fraksi KB seluruh Indonesia menghadiri konsolidasi partai di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu 18 Mei besok.
"Isinya melarang para anggota FKB DPR dan DPRD serta pejabat eksekutif dan legislatif untuk hadir dalam acara ini," kata Ali Masykur pada kesempatan jumpa pers di kantor DPP PKB Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (17/5/2008).
Surat yang dikirim melalui mesin faks ini, kata Ali Masykur, ditandatangani Ketua Umum Dewan Tanfidz PKB Muhaimin Iskandar dan sekretaris partai yang juga Menteri PDT, Lukman Edy.
Menurut Ali Masykur yakin, keberadaan surat edaran itu tidak mengganggu minat anggota FKB DPR/DPRD menghadiri pertemuan Silaturahmi Nasional FKB Seluruh Indonesia ini.
"Meskipun itu (surat) sudah diedarakan, tetap tidak mempengaruhi resonansi mereka untuk datang," katanya.
Ali menilai, surat edaran itu menunjukkan rasa panik PKB versi Muhaimin Iskandar. "Itu kepaninkan dari teman lain yang menganggap apa yang kita lakukan sebagai bagian dari penguatan sisi partai," kata dia.
Sementara itu, pihak PKB versi Muhaimin Iskandar belum dapat dimintai tanggapan mengenai beredarnya surat itu. Lukman Edy tidak mengangkat telepon saat dihubungi beberapa kali. Begitu juga Ketua DPP Abdul Kadir Karding belum dapat dimintai konfirmasi.
(sis)

