SOLO - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung kembali melontarkan kritikan pada pemerintah saat mengikuti acara sambung rsa di Kampus UNS Solo, Sabtu (17/5/2008). Menurut dia, kebijakan menaikkan harga BBM sebagai bukti pemerintah tidak punya empati pada masyarakat kecil.
"Meski harga hanya dinaikkan sedikit, bagi masyarakat yang sedikit itu mempunyai dampak yang sangat besar," jelas Akbar saat mengisi acara sambung rasa "100 Tahun Kebangkitan Nasional" di UNS.
Menurut Akbar, kebijakan pemerintah itu membuktikan tidak mempunyai rasa empati pada rakyat. Disisi lain, rakyat sendiri tidak membutuhkan pemimpin yang seperti itu. Saat ini rakyat membutuhkan figur pemimpin yang bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Saat ini, ujarnya, rakyat butuh pemimpin yang mempunyai komitmen besar pada bangsa. Bukan pemimpin yang yang sekedar mengedepankan kepentingan golongan dan pribadi.
Selain Akbar Tandjung, sambung rasa juga menghadirkan Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Depsos Gunawan Sumodiningrat, Rektor UNS Much Syamsulhadi dan Pembantu Rektor (PR) I Ravik Karsidi.
Dalam kesempatan itu, Gunawan mengatakan, semangat kebangkitan nasional dan kesetiakawanan sosial harus terus dikobarkan. Masyarakat harus punya rasa empati dengan masyarakat lain.
"Saat ini masyarakat masih egois. Senang jika melihat orang lain susah dan susah saat melihat orang lain senang," ujarnya.
(Sumarno/Sindo/uky)