NGAWIÂ - Lokasi jatuhnya artis dan politisi senior Sophan Sophian, yaitu jalur Ngawi-Sragen sepanjang 60 Km memang selama ini dikenal sebagai jalur tengkorak.
Di wilayah ini, kecelakaan yang melibatkan kendaraan bus, truk, kendaraan pribadi, hingga kendaraan bermotor kerap kali terjadi di jalur ini. Sebagian besar kecelakaan disebabkan kondisi infrastruktur jalan yang tidak memadai, rusak berat, pecah-pecah, bergelombang, dan banyak lubang disana-sini.
Menurut petugas Polantas Polres Ngawi, Brigadir Arifianto, jalur Ngawi-Sragen (Jawa Tengah) ini memang rawan kecelakaan. Selain kecelakaan yang mengakibatkan korban luka, kecelakaan yang mengakibatnya korban jiwa juga seringkali terjadi di jalur ini.
Sebelumnya, kecelakaan maut yang melibatkan bus dengan truk pengangkut tetes tebu juga terjadi di wilayah Kec Mantingan yang mengakibatkan 11 korban jiwa. Namun, sampai saat ini pihak Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat seolah tutup mata dengan kondisi jalan yang rusak berat seperti ini.
"Sebetulnya, patroli terus kita lakukan di jalur ini untuk memantau keadaan kendaraan yang melintas di jalur ini. Papan peringatan dan rambu-rambu lalu lintas juga banyak terpasang di sejumlah titik. Namun, karena kondisi jalan rusak parak, kcelakaan seringkali tak terhindarkan," ujarnya di lokasi kejadian di Km 17-19, Desa Planglor, Kec Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (17/5/2008).
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ngawi, Bambang H Ces, mengungkapkan, sebetulnya upaya perbaikan jalan utama Ngawi-Sragen sudah dilakukan. Namun, kata dia, perbaikan itu sifatnya hanya tambal sulam dan perbaikan sementara. Sedangkan, untuk perbaikan menyeluruh belum bisa dilakukan karena terbentur terbatasnya anggaran.
Selain kondisi jalan banyak yang rusak berat, di sepanjang jalur Ngawi-Sragen ini juga tidak didukung dengan tersedianya prasarana penerangan jalan umum. Jika melaju di jalur ini pada malam hari sebaiknya berhati-hati. Sebab, kondisi jalan di jalur ini sangat gelap terutama saat memasuki daerah hutan dan jauh dari permukiman penduduk.
(Muhammad Roqib/Sindo/uky)
Berita Terkait 'Berita Duka'