PASURUAN - Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berlokasi di Dusun Kembangsore, Kelurahan/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan disegel polisi sekira pukul 03.00 WIB, Sabtu (17/5/2008).
Awalnya, petugas mendapat laporan dari sejumlah pemilik kendaraan bermotor bahwa SPBU yang berada di jalan raya Surabaya-Malang tersebut telah mengoplos ribuan liter solar dengan air mineral.
Jajaran Polsek Purwosari kemudian bertindak cepat dengan mengambil sampel bahan bakar solar yang ada dalam tangki kendaraan para korban. Barang bukti tersebut lantas dicocokan dengan sampel cairan solar yang ada di SPBU.
Setelah memastikan ada kesamaan, petugas kemudian menyegel dua mesin SPBU solar untuk kepentingan penyidikan. Polisi tampaknya tidak mau mengambil resiko karena kasus solar oplosan tersebut sempat membuat puluhan sopir taxi dan pemilik kendaraan berbahan bakar solar emosional.
"Kasus ini masih kita selidiki. Jika terbukti ada pelanggaran pidana, maka status pemilik SPBU bisa menjadi tersangka," terang Kapolsek Purwosari AKP Heri Pudjiono.
Hingga berita ini diturunkan polisi yang menyelidiki kasus ini memang belum menetapkan satupun tersangka. Heri Pudjiono beralasan pihaknya masih kesulitan membongar modus kejahatan ini karena pemilik SPBU, Yohannes, menyangkal tuduhan bahwa SPBu yang dipimpinnya telah dengan sengaja menjual solar oplosan.
Warga keturunan yang juga masih warga Kelurahan/Kecamatan Purwosari ini berkilah tercampurnya bahan bakar solar dengan air mineral seperti ditemukan dalam tangki kendaraan para korban maupun sampel yang diambil dari mesin SPBU karena faktor ketidaksengajaan.
Yohanes beralasan air tersebut merembes ke dalam tangki penampung solar milik SPBU yang ditanam dalam tanah. "Untuk membuktikan alibi saksi terlapor polisi harus memeriksa tangki SPBU," kata Heri Pudjiono.
Praktik pengoplosan ini mulai terbongkar sekitar pukul 22.00 WIB. itu setelah belasan kendaraan roda empat mulai dari jenis sedan, colt diesel, kendaraan niaga hingga kendaraan besar seperti bus dan truk terlihat mogok dipinggir jalan sepanjang jalan Purwosari. Para pemilik kendaraan ini baru menyadari menjadi korban solar oplosan setelah mengambil sampel solar dan mendapati warna serta bau yang berbeda dibanding solar pada umumnya.
"Mesin mobil saya tiba-tiba ngadat dan tidak bisa distarter lagi. Saya kira hanya mobil saya yang bermasalah. Ternyata yang bernasib sama banyak sekali," timpal Rommy, pemilik kendaraan jenis L-300 asal Lawang, Malang dikonfirmasi terpisah.
Setelah memeriksa mesin dan mendapati solar yang barusan mereka beli bermasalah, sebagian besar korban akhirnya memutuska kembali ke SPBU Kembangsore.
Suasana semakin memanas karena jumlah kendaraan yang kembali ke SPBU dengan cara di derek cukup banyak. Para korban menuntut pada petugas serta pemilik SPBU bertanggungjawab. Kisruh yang terjadi sekitar pukul 03.00 itu baru reda setelah beberapa anggota Polsek Purwosari datang dan melakukan penyegelan.
Namun suasana tidak lantas mereda. Sebagian korban memilih tetap bertahan di SPBU dan menuntut pemilik SPBU memberikan ganti rugi.
Salah satu yang hingga pagi kemarin masih terlihat bertahan adalah Serda Sukamto, anggota TNI AL Surabaya. Mobil isuzu Panther yang dikendarainya mogok total dan belum bisa diperbaiki hingga siang.
"Padahal hari ini saya harus ngantor ke Surabaya. Tugas saya terganggu gara-gara ulah SPBU yang menjual solar campuran," ujarnya pendek.
Berdasar informasi yang diterima, SPBU Kembangsore memiliki empat tangki berukuran masing-masing 5 ribu liter yang dipendam dalam tanah. Dua tangki berisi bahan bakar solar, sedang dua tangki lainnya dipergunakan untuk bahan bakar premium.
Pengisian tangki-tangki tersebut biasanya dilakukan hampir tiap hari untk memenuhi kebutuhan pelanggan terutama kendaraan umum maupun jenis angkutan yang melintas di sepanjang jalan raya Malang-Surabaya. Kejadian solar oplosan ini baru sekali kemarin terjadi.
Sementara itu, Yohanes saat dikonfirmasi di ruang penyidikan bersikukuh beralasan bahwa dirinya tidak bersalah. Kasus solar oplosan yang dilaporkan sejumlah pemilik kendaraan yang mampir ke SPBU Kembangsore itu dianggapnya sebagai murni kecelakaan yang diluar dugaan manajemen SPBU. "Bisa jadi air masuk ke dalam tangki yang bocor," kilahnya.
(destian purwoko/Sindo/uky)