NEWS TICKER :

News


Panglima TNI: Nasionalisme Indonesia Sangat Rawan

Minggu, 18 Mei 2008 - 03:31 wib
text TEXT SIZE :  
Hariyanto Kurniawan - Okezone

JAKARTA - Di tengah tantangan globalisasi, bangsa Indonesia menunjukkan adanya kerawanan-kerawanan. Yakni menurunnya nasionalismen dan wawasan kebangsaan.

"Hal tersebut ditandai dengan mulai memudarnya pola-pola hidup solidaritas, gotong royong, musyawarah untuk manfaat dan sebagainya, yang selama ini menjadi kekuatan pembangunan bangsa," ujar Panglima TNI Djoko Santoso dalam keterangan pers yang diterima redaksi okezone, Sabtu (17/5/2008).
     
Menurut Panglima, kita masih menghadapi permasalahan rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia, rendahnya militansi sebagai warga bangsa dan lunturnya jati diri sebagai bangsa Indonesia. Untuk itu semua harus merevitalisasi atau mereaktualisasinya.
            
"Kemerdekaan yang telah dimiliki dan dipertahankan, jangan sekali-kali dilepaskan dan diserahkan siapapun yang akan menjajah dan menindas Kita. Waspada, jangan lengah. Kelengahan mengakibatkan kelemahan, kelemahan mengakibatkan kekalahan dan kekalahan menimbulkan penderitaan," ujar Djoko mengutip pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman.
 
Ketahanan nasional, tambah Djoko, perlu ditingkatkan terus menerus berdasarkan Wawasan Nusantara melalui upaya Pembangunan Nasional di segenap aspek dan dimensi kehidupan. Keberhasilan Pembangunan akan meningkatkan ketahanan nasional.

Ketahanan nasional akan menunjang keberhasilan pembangunan Nasional.  Pembangunan nasional yang berhasil akan berkontribusi terhadap pembangunan kekuatan pertahanan negara. (hri)