JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Yuddy Chrisnandi, menyesalkan sikap pemerintah yang dinilai acuh tak acuh terhadap undangan rapat konsultasi BBM bersama DPR.
Sampai batas waktu yang ditentukan DPR pada Selasa 20 Mei lalu, pemerintah tidak memberikan jawaban kepada DPR atas undangan tersebut.
"DPR sangat menyayangkan, harusnya pemerintah mau membuka diri karena ini menjadi keprihatinan bangsa," ujar Yuddy saat berbincang dengan
okezone, Kamis (22/5/2008).
Yuddy memaparkan bahwa undangan rapat konsultasi kepada pemerintah tersebut merupakan bentuk desakan kepada pemerintah perihal keputusan pemerintah menaikkan harga BBM.
"DPR tentu sudah mendesak, surat itu kan resmi. Pemerintah ternyata acuh tak acuh, saya simpulkan pemerintah masa bodoh atas hal ini. Suara wakil rakyat saja tidak mau didengar apalagi suara rakyatnya," tegasnya.
(hri)