o1 o2

News


Kasus Lapindo Tak Selesai, Tanda Politik Mati

Kamis, 29 Mei 2008 - 15:36 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Sandy Adam Mahaputra - Okezone

JAKARTA- Berlarut-larutnya penanganan kasus lumpur Lapindo, Sidoarjo menandakan politik di tanah air sudah mati. Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Paramadina, Yudi Latif dalam diskusi bertajuk "Gerakan Mendorong Keadilan Korban Lapindo".

"Ini fase yang paling menyedihkan dalam reformasi ini. Politik dalam fungsinya sudah mati,"  ujar Yudi saat berada di Melly's Garden, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (29/5/2008).

Menurut Yudi, matinya politik di Indonesia karena dinilainya telah tidak mampu mewujudkan kesetaraan dan keadilan untuk ditegakkan.

"Watak politik itu membela yang lemah. Kasus Lapindo ini mencerminkan bahwa negara membela kepentingan yang kuat," lanjutnya.

Akibat kelemahan negara yang tak mampu membela kepentingan kaum lemah, Yudi mengatakan akhirnya negara diminta untuk melakukan ganti rugi atas kasus ini.

"Negara sudah mati, reformasi juga mati. Yang ada hanya kesengsaraan masyarakat," tandasnya.(lut)

(fit)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Rabu, 10 Februari 2010 06:10 wib

    Ibunda Bilqis Pendonor Terpilih

  • Rabu, 10 Februari 2010 06:03 wib

    LPSK Digeledah, Sudiharsa Sangat Terhina

  • Rabu, 10 Februari 2010 05:04 wib

    Drajat: Soetrisno Berjasa bagi PAN

  • Rabu, 10 Februari 2010 04:04 wib

    KPU Dinilai Ceroboh Cabut SEB Panwas

  • Rabu, 10 Februari 2010 03:03 wib

    Polisi Selidiki Ledakan Genset RSU Pirngadi

  • o3 o4