News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Kasus Lapindo Tak Selesai, Tanda Politik Mati

Kamis, 29 Mei 2008 - 15:36 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Sandy Adam Mahaputra - Okezone

JAKARTA- Berlarut-larutnya penanganan kasus lumpur Lapindo, Sidoarjo menandakan politik di tanah air sudah mati. Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Paramadina, Yudi Latif dalam diskusi bertajuk "Gerakan Mendorong Keadilan Korban Lapindo".

"Ini fase yang paling menyedihkan dalam reformasi ini. Politik dalam fungsinya sudah mati,"  ujar Yudi saat berada di Melly's Garden, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (29/5/2008).

Menurut Yudi, matinya politik di Indonesia karena dinilainya telah tidak mampu mewujudkan kesetaraan dan keadilan untuk ditegakkan.

"Watak politik itu membela yang lemah. Kasus Lapindo ini mencerminkan bahwa negara membela kepentingan yang kuat," lanjutnya.

Akibat kelemahan negara yang tak mampu membela kepentingan kaum lemah, Yudi mengatakan akhirnya negara diminta untuk melakukan ganti rugi atas kasus ini.

"Negara sudah mati, reformasi juga mati. Yang ada hanya kesengsaraan masyarakat," tandasnya.(lut)

(fit)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Sabtu, 04 Juli 2009 20:12 wib

    Puluhan Warga Cilincing Keracunan Nasi Bungkus

  • Sabtu, 04 Juli 2009 19:29 wib

    Bus Pendukung SBY-Boediono Terbalik di Tol

  • Sabtu, 04 Juli 2009 18:48 wib

    Jenazah Letkol Deddy Diterbangkan dari Papua

  • Sabtu, 04 Juli 2009 17:58 wib

    Mau Kongkow? Hindari Kawasan Senayan

  • Sabtu, 04 Juli 2009 16:47 wib

    Ujang "Facebook" Diperiksa Polisi 2 Jam

  • o3 o4