JAKARTA- Berlarut-larutnya penanganan kasus lumpur Lapindo, Sidoarjo menandakan politik di tanah air sudah mati. Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Paramadina, Yudi Latif dalam diskusi bertajuk "Gerakan Mendorong Keadilan Korban Lapindo".
"Ini fase yang paling menyedihkan dalam reformasi ini. Politik dalam fungsinya sudah mati,"Â ujar Yudi saat berada di Melly's Garden, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (29/5/2008).
Menurut Yudi, matinya politik di Indonesia karena dinilainya telah tidak mampu mewujudkan kesetaraan dan keadilan untuk ditegakkan.
"Watak politik itu membela yang lemah. Kasus Lapindo ini mencerminkan bahwa negara membela kepentingan yang kuat," lanjutnya.
Akibat kelemahan negara yang tak mampu membela kepentingan kaum lemah, Yudi mengatakan akhirnya negara diminta untuk melakukan ganti rugi atas kasus ini.
"Negara sudah mati, reformasi juga mati. Yang ada hanya kesengsaraan masyarakat," tandasnya.(lut)
(fit)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad