JAKARTA - Dua tahun sudah semburan lumpur panas Lapindo menyengsarakan warga Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Pengamat politik Sukardi Rinakit menilai hal ini terjadi lantaran Presiden SBY takut dan ragu dalam penyelesaian.
"Presiden harus keluar dari kerangkeng keraguan. Presiden tidak boleh takut, karena kita ini sistem presidensial," ujar pengamat politik Sukardi Rinakit dalam diskusi Gerakan Mendorong Keadilan Korban Lapindo, di Melly's Garden, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (29/5/2008).
Selaku pemangku kewenangan, seharusnya SBY memberi tekanan kepada pemilik Lapindo Brantas agar bertanggung jawab penuh atas luapan lumpur panas yang telah menggenangi 14 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. "Presiden harus memberikan tekanan terhadap para pengusaha. Bakrie harus ganti rugi," ujarnya.
Malihat kondisi sekarang, Sukardi mengaku pesimistis masalah ini dapat diatasi pemerintah. "Saya tidak melihat adanya optimisme penyelesaian, karena pemerintah lambat. Para pemimpin ini tidak punya hati. Selain itu karakter pemimpin lemah terhadap pembelaan rakyat," pungkasnya. (poy)
(hri)
NEWS TICKER :

