JAKARTA - Tindakan yang ditunjukkan berbagai ormas yang mengklaim membela Islam, dinilai merupakan fenomena baru yang terjadi di Indonesia.
Hal ini harus menjadi pemikiran bersama, terutama bagi kalangan intelektual Islam untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Demikian diungkapkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution usai bertemu presiden SBY di kantor presiden.
"Saya pikir, di sinilah tugas kaum intelektual Islam yang mempunyai background Islam seperti profesor Azyumardi Azra, banyak memberikan pencerahanlah," kata Adnan Buyung, Jakarta, Rabu (4/6/2008).
Praktisi hukum senior ini mengatakan, dirinya tidak berpikir mengenai perkembangan gerakan Islam di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, dia mengemukakan, aksi yang ditunjukkan beberapa ormas Islam belakangan ini merupakan radikalisme baru yang terjadi di tanah air.
"Di zaman dulu, tokoh-tokoh pemimpin islam masih ada Natsir, Prawoto, Burhanuddin, Syarifudin Prawiranegara, Sukiman, tidak ada gerakan-gerakan seperti ini. Laskar yang mengajak perang, Habib Rizieq mengultimatum pemerintah," ungkapnya. (ase)(uky)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad