DENPASAR - Sejumlah 349 orang siswa SMA/SMK dari 25.509 siswa peserta Ujian Nasional (UN) di Provinsi Bali dinyatakan tidak lulus.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Tia kusuma Wardhani, untuk tahun pelajaran 2007/2008 ini, tingkat kelulusan siswa dalam UN terbilang meningkat. Melihat ketidaklulusan siswa pada tahun sebelumnya, yang masing-masing sebanyak 1.093 siswa pada tahun 2005 dan 544 orang pada tahun 2006.
"Prosentase kelulusan pada tahun lalu sebesar 97,77 persen sedangkan tahun sebelumnya sebanyak 95,48 persen. Maka tahun ini naik menjadi 98,63 persen. Jadi yang tidak lulus hanya sebesar 0,86 persen," jelas Tia dalam jumpa pers di Kantor Dinas Pendidikan Bali, Jumat (13/6/2008).
Dilihat dari distribusi kelulusan peserta UN per kabupaten dan kota, sambung Tia, Kabupaten Bangli menempati urutan teratas dengan 99,82 persen dan diakhiri oleh Kabupaten Karangasem dengan 94,8 persen siswanya yang dinyatakan lulus.
Sementara distribusi kelulusan siswa berdasarkan jurusan di masing-masing sekolah, siswa jurusan IPA menempati urutan teratas, dengan 99,83 persen, disusul jurusan bahasa sebesar 98, 37 persen. Sedangkan jurusan IPS termasuk jurusan yang paling banyak siswanya yang tidak lulus UN, yaitu sebanyak 300 orang dari 11.035 siswa yang mengikuti UN.
Lebih lanjut Tia menjelaskan, bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus UN tahun ini, pemerintah telah menyediakan UN bagi pendidikan non formal, paket A, B dan C pada tanggal pada tanggal 24 sampai 27 Juni mendatang. Siswa tinggal melampirkan nomor peserta ujian beserta surat pernyataan tidak lulus dari kepala sekolah masing-masing.
"Sesuai pernyataan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Pak Jemari Mardapi beberapa waktu lalu, bahwa sekarang UN paket C bisa diikuti oleh semua siswa yang tidak lulus, termasuk SMK. Kami telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan yang ada di kabupaten/kota untuk menyosialisasikan ini," kata ibu berkaca mata ini.
Tia juga menambahkan, secara umum penyebab ketidaklulusan siswa pada UN tersebut, terletak pada pelajaran Bahasa Inggris, Matematika dan Bahasa Indonesia. Sementara tambahan pelajaran fisika, biologi dan kimia pada jurusan IPA, dinilai tidak terlalu berpengaruh terhadap ketidaklulusan siswa. (Dede Suryana/Sindo/hri)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan