JEMBRANA - Ramalan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang menyebutkan akan terjadi angin kencang disertai dengan gelombang tinggi membuat Pelabuhan Gilimanuk akan menerapkan sistem buka tutup.
Syahbandar Gilimanuk Dewa Nyoman Kari mengatakan, sistem buka tutup akan diterapkan di pelabuhan Gilimanuk jika cuaca berubah secara ekstrem. Cuaca buruk di Selat Bali itu menurut dia, akibat terjadi tekanan udara yang tinggi di perairan Australia yang menyebabkan naiknya gelombang di perairan selatan Bali dan timur Bali.
"Naiknya gelombang di perairan timur dan selatan Bali mempengaruhi naiknya gelombang di Selat Bali," ujar Kari, Minggu (22/6/2008).
Menurut Kari, untuk mengantisipasi adanya kapal yang terseret arus, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada para nahkoda kapal agar meningkatkan kewaspadaan dalam mengemudikan kapal.
"Kami sudah memberikan himbauan secara lisan dan tertulis kepada nahkoda agar tidak melakukan pelayaran kalau ada cuaca buruk. Jika ada cuaca buruk dan kapal sudah di tengah harus segera merapat ke pelabuhan terdekat," ujarnya.
Sementara manajer operasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan(ASDP) Gilimanuk, Ospar Silaban mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Syahbandar Gilimanuk jika terjadi cuaca buruk.
"Lalu lintas kapal sudah terpantau dengan kamera CCTV yang dimiliki oleh ASDP. Jika ada cuaca buruk ada kemungkinan sistem buka tutup pelabuhan," ujar Ospar.(Hendrik Indra Dwi Yulianto/Sindo/hri)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad