NEWS TICKER :

News


Golkar Tabrak Etika Politik

Sabtu, 5 Juli 2008 - 03:04 wib
text TEXT SIZE :  
Suryadi - Okezone

JAKARTA - Usaha dan ambisi Fraksi Partai Golkar (FPG) untuk merebut posisi ketua pansus angket BBM merupakan langkah pengabaian etika politik.

Alasannya, secara jelas bahwa, partai terbesar itu menolak hak angket yang mutlak didukung mayoritas fraksi lainnya di DPR.

"Golkar telah mengabaikan etika publik, etika politik, dan kelaziman. Ketika mereka telah menolak hak Angket namun masih merasa perlu memegang kepemimpinan Pansus," ujar Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Ichsanuddin Noorsy saat berbincang dengna okezone, Jakarta, Sabtu (5/7/2008).

Ichsan menilai, partai Golkar menjadi gamang karena kekalahannya dibeberapa daerah. Bahkan, pada saat pengesahan hak angket, partai terbesar itu kalah suara.  

"Golkar kehilangan rasa malu sehingga menabrak etika dan kelaziman," tegasnya.

Menanggapi peran Fraksi Partai Demokrat (FPD) dalam hal ini, dia menjelaskan bahwa FPD menuntut agar dwi tunggal SBY-JK juga berjalan di Pansus.

"Demokrat hanya mengekor Golkar," ujarnya. (ase) (uky)