JAKARTA - Laju hak angket nampaknya tidak lagi dapat dihentikan, meski dua fraksi yaitu, Fraksi Partai Golkar (FPG) dan Fraksi Partai Demokrat (FPD) berusaha mengulur-ulur waktu.
"Ini (Angket) tidak bisa diganjal lagi," kata Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Ichsanuddin Noorsy saat berbincang dengna okezone, Jakarta, Sabtu (5/7/2008).
Dia menilai bahwa tindakan FPG dan FPD yang penuh dengan manuver merupakan langkah politik mereka ambil.
"Politik itu pergumulan sekaligus kompromi. Golkar harus memainkan kompromi dan pergumulan ini," terangnya.
Meski demikian, Ichsan menilai tindakan pembelaan terhadap kebijakan menaikkan harga BBM yang berusaha dilakukan oleh FPG dan FPD adalah keterlaluan.
"Itu namanya tidak tahu malu," ujarnya.
(ase)(hri)