JOMBANG - Meski dikenal sebagai guru ngaji dan pendiam, di luar lingkungan rumahnya, Ryan dicap sebagai pembuat onar. Pria berkulit putih dan berwajah tampan itu, dinilai sebagai pria pendiam namun menjengkelkan.
Setidaknya, penilaian buruk itu terlontar dari komunitas Fitness Marcella Gymnastic di Jalan Gatot Subroto Jombang. Di lingkungan para penggila tubuh sehat itu, Ryan pernah dikeluarkan sebagai member lantaran kesalahannya.
"Dia selalu bikin ulah. Pernah mencuri handphone milik teman laki-lakinya yang juga member disini," kata Ida Rosita, pemilik sanggar kebugaran Marcella Gymnastic.
Beberapa anggota sanggar mulai jengkel dengan ulah Ryan yang cenderung klepto (suka mencuri) itu. Tak hanya handphone saja yang sering dicuri, beberapa kali Ryan juga kedapatan mencuri uang member lainnya. Dari sanalah kemudian tertanam nilai jika Ryan adalah pemuda pendiam yang nakal. "Beberapa kali kedapatan mencuri, tapi dia tetap saja mengelak. Bulan Januari lalu dia kami usir dari tempat ini," tandasnya dengan nada jengkel.
Awal masuk tempat fitness tahun 2007 lalu, Ryan memang disegani sejumlah member. Selain lantaran pengakuannya sebagai anak salah satu kyai berpengaruh di Pondok Pesantren Tambak Beras, Ryan juga menampakkan sikap cool-nya. Bahkan, karena Ryan mengaku sebagai Gus (anak kyai), sejumlah member cewek segan untuk mendekat.
"Memang, Ryan suka berteman dekat dengan cowok. Perangainya yang seperti perempuan, menambah keyakinan kami jika Ryan seorang gay," tukasnya.
Soal status Ryan saat ini sebagai tersangka pembunuhan berantai, ia tak terlalu menaruh belas kasihan. Menurut dia, jika memang Ryan terbukti melakukan itu, ia pantas menerima hukuman dari polisi."Itu risikonya. Berani berbuat, harus berani bertanggung jawab," ketusnya. (Tritus Julan/Sindo/fit)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad