JAKARTA - Ditengah sengitnya perseteruan internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) antara Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan Muhaimin Iskandar, Pengamat Politik Arbi Sanit menilai sebaiknya jangan ada pihak lain yang campur tangan.Â
Hal itu menanggapi kedatangan Pemimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali dan Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Syaifuddin menemui Gus Dur di kantor pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Rabu 23 Juli kemarin.Â
"Oleh karena tidak jelas motifnya, maka ini bisa memperdalam perpecahan. Momentumnya tidak tepat, apalagi Gus Dur orangnya unpredictable, itupun belum termasuk persepsi Muhaimin atas kedatangan kedua pimpinan PPP itu," papar Arbi saat dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (24/7/2008).Â
Contoh lain menurut Arbi yakni proses persidangan. Hingga saat ini, walau hakim pengadilan sudah melayangkan putusan, namun tetap saja tidak mendamaikan satu sama lain. Apalagi jika dicampuri pihak lain.Â
Dewasa ini, lanjutnya, semua melihat bahwa Gus Dur tidak mungkin ditarik kembali ke dalam (PKB). Tapi jika dikatakan bahwa PPP akan menampung PKB, juga tidak mungkin.Â
"Kecuali bila para nahdliyin mendorong Gus Dur agar tidak golput. Sehingga kemungkinan PKB beralih ke PPP bisa terjadi, tapi sekali lagi ini pun sulit karena kita tahu sifat Gus Dur," kata Arbi. Sehingga tidak ada solusi dari pihak lain, melainkan hanya diselesaikan secara internal.
Â
(rgi)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad