KEDIRI - Seorang siswa sekolah dasar mengalami keracunan setelah dipaksa teman sekolahnya memakan buah jarak. Akibatnya, ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami mual dan sakit kepala hebat.
Peristiwa tragis ini dialami oleh Arman (11), siswa kelas V SDN Plemahan II, Kab Kediri. Saat bermain-main dengan teman sekolahnya pada jam istirahat, Arman dipaksa salah seorang kakak kelasnya untuk memakan buah jarak. Beberapa saat kemudian siswa bertubuh kerempeng itu langsung lemas. Selain mual dan muntah, ia juga merasa pusing.
Melihat kondisi itu, beberapa teman sekolahnya langsung melaporkan kejadian tersebut ke guru pengajar. Saat itu juga Arman dilarikan ke RSUD Pare Kediri untuk mendapat pertolongan. Petugas medis terpaksa memberikan cairan infus untuk mencegah dehidrasi berlebihan. Hingga kini tubuh Arman masih terbaring lemah di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Menurut kepala perawat UGD, Suwentri, saat tiba di rumah sakit kondisi Arman sangat lemah. Ia bahkan tidak bisa berkata-kata untuk menceritakan kronologis keracunan tersebut. Melihat gejala yang diderita korban, Arman dinyatakan menderita gejala keracunan.
 "Kata gurunya tadi korban telah memakan satu buah jarak. Meski hanya satu, tapi kan kandungannya berbahaya karena bisa diolah sebagai bahan bakar," terang Suwentri, Jumat (25/7/2008).
Ia sendiri mengaku cukup kesulitan untuk mengorek keterangan dari Arman. Sebab selain kondisi tubuhnya yang sangat lemah, bocah tersebut juga tampak ketakutan. Begitu juga ketika ditanya tentang cara memakan buah jarak tersebut, bocah tersebut hanya menutup mata dan tidak berani berkata-kata.
Sementara itu ayah korban, Alim (37), dan istrinya langsung menghindar ketika melihat kedatangan wartawan. Mereka menolak diwawancara dengan alasan malu. Bahkan Alim yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan mengajak istrinya meninggalkan rumah sakit dan membiarkan anaknya sendirian untuk menghindari wartawan.
(Hari Tri Wasono/Sindo/uky)
Berita Terkait 'Keracunan'