NEWS TICKER :

News


Tempat Bersejarah di Tulungagung Batal Dijual

Rabu, 20 Agustus 2008 - 20:36 wib
text TEXT SIZE :  

TULUNGAGUNG - Raden Mas (RM) Indronoto (57 ) pewaris rumah penyimpanan pusaka tombak Kiai Upas Baru Klinthing (Dalem Kanjengan) di Kelurahan Kepatihan Kec/Kab Tulungagung membatalkan keinginannya menjual tanah dan bangunan peninggalan  Pringgokusumo, mantan Bupati Tulungagung ketujuh.

Sebab menurut dia, gagasanya untuk melego bangunan sejarah tersebut  masih sebatas wacana yang perlu dibicarakan lebih jauh dengan ahli waris lainya.

"Ini adalah wacana pribadi saya yang sifatnya jangka panjang. Bukan keinginan saat ini. Karenanya ini perlu dipahami, jika  saya tidak berkeinginan menjualnya sekarang. Saya sepenuhnya menunggu keputusan saudara saya, "ujarnya, Rabu (20/8/2008).

Jika memang empat saudara lainya (ahli waris) setuju dengan wacana penjualan tersebut, Indronoto mengaku akan meneruskan gagasanya. Namun jika semua saudara tidak sepakat,  priyayi jawa ini akan membuang jauh-jauh wacana penjualan untuk selamanya.

"Kalau memang saudara tidak setuju dengan wacana saya, tentu saya akan membatalkanya selamanya. Semua ini tergantung keputusan keluarga," terangnya.

Seperti diketahui, ada enam orang ahli waris yang berhak atas tanah dan bangunan penyimpanan pusaka tombak Kiai Upas. Dari keenam pewaris rumah pusaka peninggalan kerajaan Mataram Islam tersebut, dua orang sudah meninggal dunia. Sedangkan empat orang lainya, kecuali Indronoto, bertempat tinggal diluar Tulungagung.

Indronoto kembali menegaskan, jika wacana penjualan, begitu pensiunan PNS ini mengistilahkan, bersifat jangka panjang. Dan mengenai itu, Indronoto mengaku sempat dihubungi kakaknya yang berdomisili di Surabaya. Dan dari percakapan yang dilakukan keduanya menuai hasil jika  wacana penjualan rumah pusaka masih akan menunggu keputusan keluarga.

"Sekali lagi ini wacana jangka panjang. Tidak sekarang. Lagipula saya juga belum pernah menyampaikan hal ini kepada Pak Bupati, "paparnya

Terkait pemberitaan dimedia massa, dia juga sempat dihubungi seseorang yang bermaksud membeli. Namun dikatakanya, wacana penjualan itu tidak dilakukannya sekarang.

Kabag Humas Pemkab Blitar Ahmad Pitoyo dihubungi secara terpisah mengatakan dalam hal ini selain melakukan koordinasi, pemkab Tulungagung akan bersikap wait and see. Sebab sejauh ini pihak keluarga pewaris  belum pernah menyampaikan secara formal wacana penjualan tersebut kepada pemkab.

"Secara formalnya kita belum pernah diberitahu wacana penjualan dalem kanjengan. Namun kita tetap akan berkoordinasi dengan semua pihak termasuk dewan mengenai hal ini, "ujarnya.

Terkait dengan hal ini, Pitoyo mengaku sudah bertemu dengan RM Indronoto selaku salah satu pewaris. Dan Indronoto memang menyampaikan wacana pribadinya itu bersifat jangka panjang, tidak sekarang. (Solichan Arif/Sindo/uky)