SRAGEN - Semburan Lumpur di Desa Porong, Sidoarjo Jawa Timur yang hingga kini belum diketahui sampai kapan akan berhenti, menimbulkan kepedulian Parto Dikromo warga Dusun Gonggang RT 07 Karangudi, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah.
Pardi, begitu pria ini dipanggil, nekat melakukan lelaku bersemedi meminta wahyu untuk menghentikan semburan Lumpur Lapindo tersebut. Bahkan,bersama enam rekannya yang lain, Pardi mengaku, pertapaan yang dilakukan ini dimulai sejak April 2008.
Menurut Pardi,sebelum melakukan serangkaian prosesi pertapaan untuk menghentikan semburan Lumpur Lapindo, dia bersama rekannya yang lain, mengawali prosesi serangkain pertapaan dengan mengecek lokasi pada 23 April 2008.Terutama pada titik-titik semburan.
"Penelitian itu untuk mengetahui seberapa jauh daya magis sekaligus kekuatan semburan lumpur. Hasil penerawangan itu selanjutnya menjadi renungan untuk dilakukan pertapaan," tandas Pardi.
Proses yang kedua, Pardi bersama enam rekannya melakukan puasa tiga hari tiga malam. Puasa ini dilakukan pada hari Selasa Kliwon pada 16-18 Mei 2008. Pengikuti puasa ini berjumlah 7 orang.
"Lima di antaranya berada di lokasi Lumpur Lapindo. Sedangkan satu orang berada di Pertapaan," tambahnya.
Proses ketiga tambah Pardi, adalah membawakan permintaan gaib yang ada di lumpur Lapindo. Jumlah anggota yang melakukan ritual ini enam orang di pertapaan Ngrampal.
Ketika ditanyakan kapan semburan lumpur Lapindo akan berhenti. Menurut Pardi,Lumpur tersebut akan berhenti dalam jangka 35 hari.
"Jika dalam jangka 35 hari Lumpur Lapindo tetap tidak berhenti juga maka, hal itu di luar kemampuan pertapaan Maniking Tirto," tandasnya.
Menurut Pardi usaha yang dilakukan di pertapaan Maniking Tirto Sastro Jendro Hayuningrat Pengruwing Diyu Pengleburing Sengkolo, hanya dilandasi dengan rasa kepedulian terhadap masyarakat setempat yang dilanda kesusahan. (Bramantyo/Trijaya/fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan