NEWS TICKER :

News


78 Rumah di Brebes Terancam Longsor

Senin, 13 Oktober 2008 - 19:07 wib
text TEXT SIZE :  

BREBES - Bencana tanah bergerak kembali melanda Dukuh Lebakgoak, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Brebes, semalam. Bencana tersebut terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama hampir dua jam.

Koordinator Tim SAR Brebes Adhe Dhani mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari perangkat desa setempat, tanah yang dihuni puluhan kepala keluarga (KK) itu bergerak antara 2 meter hingga 5 meter. Ini terjadi pada Minggu (12/10/2008) sekira pukul 19.30 WIB.

Kendati demikian, tidak ada korban jiwa maupun rumah rusak akibat musibah tersebut. Namun 78 rumah yang berada di daerah itu terancam longsor.

"Tidak ada rumah yang rusak atau retak-retak, tapi 78 rumah di bawah bukit Lebakgoak terancam terkena longsoran," jelas Adhe di Brebes, Senin (13/10/2008).

Menurut dia, bencana tanah bergerak sudah melanda Dukuh sejak 16 Juli 2008. Musibah itu kembali terjadi pada petengahan Agustus 2008. Hingga Oktober, lanjut dia, tercatat pergerakan tanah itu sudah mencapai seluas 120 meter.

Dalam mengantisipasi musibah longsor, pihaknya sudah meminta warga segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika turun hujan deras.

"Upaya relokasi 74 KK sudah dilakukan Pemkab Brebes, namun hingga kini belum bisa terealisasi akibat kendala proses pengadaan tanah. Kita sudah tawarkan relokasi ke tempat yang lebih aman, tapi warga belum mau pindah," jelasnya.

Menurut dia, berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, musibah tanah bergerak yang terjadi di Dukuh Lebakgoak disebabkan adanya aliran sungai bawah tanah yang mengalir di bawah dukuh tersebut.

Kepala Desa Sridadi Wastomo mengatakan, tanah bergerak yang melanda desanya kini semakin parah. Warga hampir setiap hari merasakan guncangan akibat pergerakan tanah.

"Setiap hari kayak ada gempa. Kalau hujan besar warga was-was dan memilih mengungsi," katanya. (Kastolani/Sindo/lsi)