JAKARTA - Puluhan orang yang menyatakan dirinya sebagai perwakilan Gereja Papua Barat mendatangi Ketua DPR Agung Laksono untuk meminta agar Undang-undang (UU) Pornografi dibatalkan.
"Kami sangat menyayangkan mengapa UU tersebut terlalu terburu-buru disahkan," kata Ketua Tim rombongan Persekutuan Gereja-gereja Papua Barat, Andrikus Mofu, usai bertemu dengan Agung di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (3/11/2008).
Selain itu, Andrikus menuturkan, pihaknya juga akan melakukan clash action ke Mahkamah Konstitusi terhadap UU Pornografi yang baru saja disahkan
Selain rombongan yang diterima selama 30 menit oleh Agung Laksono juga menyampaikan permintaannya untuk juga membatalkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pemberlakuan hari Minggu sebagai hari kerja yang ditandatangani oleh lima menteri.
"Kami hadir di sini minta agar pemerintah bersikap tegas untuk mencabut SKB lima menteri, untuk keadilan. Ada surat 5 menteri yang menyatakan hari minggu sebagai hari kerja, ini sangat menyakitkan bagi hati orang Kristiani. Karena di Alkitab kami, hari Minggu itu tidak boleh digunakan untuk bekerja," katanya.
Andrikus juga mengatakan untuk menghindari alasan-alasan, umat muslim akan meminta hari Jumat untuk diliburkan juga, maka pihaknya juga meminta jika perlu hari Jumat akan ikut diusulkan untuk diliburkan. Hal ini dilakukan agar terciptanya keadilan dan kekhusuan antara umat Kristen dan Islam dalam beribadah.
Lebih lanjut Andrikus mengatakan masyarakat Papua Barat akan melakukan unjuk rasa secara besar-besaran di Papua Barat, untuk menolak SKB dan UU Pornografi. "Tanggal 4 (November esok) kita akan menyatakan sikap kita," tegasnya.
Menurutnya hal-hal sensitif seperti SKB hari kerja dan UU Pornografi seharusnya disosialisasikan terlebih dahulu secara maksimal, agar tidak terjadi blunder terhadap pemerintah dan DPR. Komitmen the founding fathers yang telah mewujudkan RI yang pluralis dan majemuk tetap dipertahankan.
"Itulah sebabnya negara kita disebut Bhineka Tunggal Ika. Namun sangat disayangkan di tengah perjalanan, menjadi Boneka Tulang Ikan," tukasnya.
Jika pemerintah tidak mengabulkan dua tuntutan tersebut, Andrikus mengancam umat Kristen Papua akan menyatakan sikapnya untuk keluar dari RI dan akan mengatakannya ke dunia internasional.(hri)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan