JAKARTA - Sekira seratusan orang korban lumpur Lapindo melakukan berbagai cara untuk bisa bertahan di Jakarta. Menjual cakram padat dan meminta sumbangan pun menjadi alternatif untuk mendapatkan uang.
Hal ini seperti dilakukan Hadi (58), Warga Kelurahan Siring RT10/2, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Dia dan dan korban Lapindo lainnya mengaku terpaksa menjual VCD dan meminta sumbangan agar bisa hidup di Jakarta.
"Penjualan VCD dan meminta sumbangan untuk menambah uang makan kita selama di Jakarta. Karena uang kita sudah hampir habis untuk biaya ke sini," kata Hadi saat ditemui okezone di YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (13/11/2008).
Selain itu, lanjutnya, penjualan kepingan cakram padat tersebut untuk memberikan penjelasan kepada warga Jakarta, bahwa masih ada warga Sidoarjo yang susah akibat lumpur Lapindo.
"Kita hanya menjual 10 keping, harga satu keping VCD Rp15-30 ribu. Lumayan untuk bisa makan. Sementara untuk tinggal, kita menempati ruangan yang disediakan di kantor YLBHI," keluhnya.
Mereka mengancam, aksi ini akan terus dilakukan sampai presiden memberikan kepastian. Kedatangan massa ini, untuk meminta kejelasan pembayaran 80 persen rumah mereka yang terkena dampak lumpur Lapindo. Mereka tiba di Jakarta pada Minggu 9 November lalu, dan hingga kini belum tahu kapan akan kembali ke Porong.(kem) (uky)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan