MEKKAH - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengoperasikan sedikitnya 240 bus antar jemput jamaah haji Indonesia dari pemondokan ke Masjidil Haram.
Jumlah tersebut akan ditambah secara bertahap hingga mencapai 600 unit untuk angkutan jamaah secara keseluruhan selama berada di Mekkah.
Â
Menurut Kepala Staf Tehnis Urusan Haji (TUH) Nur Samad Kamba yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi, hingga saat ini, shuttle bus ke tiga pos pemberhentian (terminal) di sekitar Masjidil Haram berjalan lancar. Â
"Kami sudah operasikan 240 unit bus untuk angkutan jamaah ke Masjidil Haram. Tentu ada kendala, seperti salah jalan atau keterlambatan. Tetapi ada bus tambahan yang kita operasikan sehingga masih bisa teratasi," ungkapnya di Mekkah, Rabu (19/11/2008). Â
Sesuai rencana, pelayanan transportasi atau shuttle bus akan dioperasikan hingga 4 Dzulhijjah atau empat hari sebelum jamaah haji berkumpul di Arafah.
Selain untuk perawatan (maintenance) semua armada bus, penarikan bus ke pool dilakukan untuk menghindari kepadatan kendaraan menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.
Selain itu, dia mengakui bahwa kepadatan di jalan terjadi pada saat-saat kepulangan jamaah setelah salat salat Isya.
"Namun, masih bisa diatasi. Sebab, tahun ini memang kami gunakan pusat pengendalian. Bus bisa diketahui keberadaannya sehingga kalau terlambat bisa disiapkan bus cadangan," katanya.
Tim pembimbing ibadah haji kelompok terbang (kloter) 2 Surabaya Abdul Mukti mengakui pelayanan transportasi menjadi hal penting mengingat pemondokan jamaah haji Indonesia yang jauh dari Masjidil Haram.
"Ada yang kita rasakan tahun ini bahwa masalah jamaah sudah terurus dengan baik dibanding tahun lalu. Tahun ini kita benar-benar merasa `diopeni` (diperhatikan). Meskipun pemondokan jauh, tidak masalah karena ada transportasi dari pondokan ke sini,`` ungkap Abdul Mukti yang ditemui setelah keluar dari Masjidil Haram menuju Terminal A di Sulaimaniyah.
Abdul Mukti yang bertindak sebagai kepala rombongan di kloternya tahun lalu mengatakan, dirinya juga meminta KBIH di kloternya agar membuat kegiatan agar jamaah tidak jenuh di pondokan.
Saat ini Abdul Mukti dan anggota kloternya mendapat pondokan di Sektor 11 dengan nomor rumah antara lain 905. (Azhar Azis/Sindo/fit)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad